PROFESI-UNM.COM – Presiden Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM), Rizky Andika, mengungkapkan adanya kasus penyerangan fakultas. Diketahui, penyerangan tersebut terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 1-4 sebelum azan subuh.
Dalam wawancaranya, mahasiswa yang akrab dipanggil Eky ini menjelaskan bahwa ia awalnya tidak mengetahui alasan penyerangan tersebut. Namun, ia kembali menjelaskan bahwa dalam penyerangan tersebut terdapat kalimat yang menghina FMIPA dengan sebutan monoton.
“Saya dan kawan-kawan tidak tau sebenarnya kenapa FMIPA diserang. Cuman pas bentrok beberapa kalimat dilontarkan menghina FMIPA karena dianggap monoton,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Eky menuturkan bahwa kejadian serupa sebelumnya juga terjadi di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS). Pelaku diduga melakukan provokasi secara bersamaan di beberapa lokasi.
“Awalnya kejadian ini serupa dengan kawan-kawan di FBS semalam. Ia memprovokasi secara bersamaan. Kebetulan setelah melempar batu ke FBS, pos satpam MIPA, dan parkiran FE,” ungkapnya.
Rizky mengetahui informasi kejadian tersebut dari rekannya di FBS. Sesampainya di depan gerbang, pihak satpam FMIPA mengabarkan bahwa fakultas sudah dalam kondisi diserang.
“Real-nya saya tau kabar ini dari kawan FBS. Terus saya datang lah ke kampus bersama. Pas depan gerbang, satpam FMIPA mengabari bahwa fakultas sudah disisir dan diserang,” tuturnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pelaku telah merusak sejumlah fasilitas di FMIPA. Penyerangan tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi menyisir beberapa ruangan penting di fakultas.
“Awal mulanya kami dapatkan dia sudah menyisir ke sekretariat dan menghancurkan beberapa fasilitas ruang kelas, prodi pendidikan IPA, serta sekret LK,” jelas Eky.
Lebih lanjut, Rizky mengungkapkan bahwa identitas pelaku belum dapat dipastikan. Namun, informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa pelaku masih berada di sekitar area kampus, tepatnya di dekat Dekanat Fakultas Teknik (FT).
“Saya tidak bisa pastikan siapa-siapa pelaku tersebut, tapi dia standby terus di dekanat FT. Hal ini kuanggap tidak boleh terprovokasi, karena malam itu sendiri saya dengan ketua MAPERWA FT dan BEM FT berkumpul di depan Sblum dan sesudah penyerangan yang dilakukan ke FMIPA,” ungkap Eky.
Hingga berita ini diturunkan, Presiden BEM FMIPA berharap kejadian ini tidak terulang lagi. (*)
*Reporter: St. Masyita Rahmi







