PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (BEM UNM) turut hadir pada aksi peringatan Hari Buruh Tani. Aksi ini berlangsung di depan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) serta kantor Gubernur Sulsel.
Aksi ini diikuti berbagai komunitas dan masyarakat dari daerah Takalar, Sinjai, Bantaeng, dan Gowa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam orasinya, Wakil Presiden Mahasiswa, Ragil Herman, mengungkapkan problematik agraria di Sulawesi Selatan. Ia mengungkapkan problematika agraria di Sulsel yang hingga kini belum tersentuh solusi nyata oleh pemerintah daerah.
“Kenyataannya, Gubernur hingga saat ini belum dapat menyelesaikan satu pun masalah agraria di provinsi kita. Petani sebagai penyangga tatanan negeri selayaknya mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti semangat perjuangan petani telah berlangsung sejak tahun 2008 dengan berbagai upaya pemberdayaan. Namun, hasilnya masih jauh dari memuaskan masyarakat tani.
Lebih lanjut, Ragil menegaskan dalam beberapa waktu terakhir, isu seperti pembakaran hutan dan perampasan lahan semakin memperburuk kondisi petani di Sulsel dan sekitarnya. Pemerintah didesak untuk segera menangani persoalan tersebut sebagai bukti nyata perhatian terhadap buruh tani yang belum mendapatkan hak dan kesejahteraan layak.
“Pemerintah harus bertanggung jawab dan segera menyelesaikan semua persoalan agraria yang terjadi di Sulsel. Kami tidak bisa terus diam melihat petani kehilangan lahan, sumber penghidupan, dan hak-hak dasarnya,” jelasnya.
Aksi peringatan Hari Buruh Tani ini menunjukkan suara petani dan masyarakat Sulawesi Selatan tidak boleh terabaikan lagi. Mereka berharap adanya perubahan positif bagi masa depan petani dan keberlanjutan pertanian di provinsi ini. (*)
*Reporter Ficka Aulia Khaerunnisa







