PROFESI-UNM.COM – Asrama Kampus V Parepare yang telah berdiri lebih dari tiga dekade kini tampak semakin memprihatinkan. Bangunan yang dibangun sekitar 35 tahun lalu itu hingga kini belum pernah mendapatkan perbaikan signifikan.
Dinding yang retak, fasilitas yang rusak, serta kondisi kebersihan yang jauh dari standar membuat asrama tersebut dinilai tidak layak huni. Alih-alih menjadi tempat tinggal yang nyaman, bangunan itu justru memberi kesan kumuh dan terabaikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asrama itu sejatinya disediakan untuk menampung mahasiswa, staf, hingga dosen. Selain itu, sebagian ruangnya juga difungsikan sebagai sekretariat lembaga kemahasiswaan. Namun, kondisi fasilitas yang tak terurus membuat fungsi-fungsi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Salah satu dosen Prodi PGSD, Rian (nama samaran), mengungkapkan bahwa meski asrama tersebut diperuntukkan bagi dosen, kenyataannya bangunan itu jauh dari kata layak digunakan.
“Walaupun ada asrama, saya tidak pernah menginap di sana. Untungnya saya punya rumah sendiri di Parepare. Kalaupun menginap, itu pasti karena terpaksa,” jelasnya saat ditemui.
Hal senada disampaikan Koordinator Kampus V PGSD Parepare UNM, Abd. Halik. Ia membenarkan bahwa sejak berdiri, bangunan asrama itu belum pernah mendapat perhatian serius dalam bentuk renovasi maupun pemeliharaan.
“Dengan kondisi seperti itu, memang betul asrama ini belum pernah mendapat usaha perbaikan sampai sekarang,” ungkapnya.
Kondisi memprihatinkan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai perhatian pihak terkait terhadap fasilitas kampus, terutama yang menjadi kebutuhan dasar sivitas akademika. Hingga kini, belum ada kepastian kapan asrama tersebut akan direnovasi ataupun diperbaiki agar kembali layak difungsikan.(*)
*Reporter Ficka Aulia Khaerunnisa







