PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Olahraga dan Kesehatan (Amoras) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Selasa (30/9).
Aksi ini menyoroti minimnya transparansi penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga melibatkan pimpinan kampus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Amirullah, selaku orator aksi, menegaskan bahwa gerakan Amoras merupakan gerakan independen yang hadir sebagai bentuk kewaspadaan terhadap terciderainya inklusi pendidikan di UNM.
“Yang perlu kami sampaikan bahwa hadirnya kami di sini hanya untuk meminta bagaimana transparansi terkait kasus yang masih terjadi sampai hari ini, khususnya terkait pelecehan seksual yang ada di lingkup kampus, yang diduga dilakukan oleh petinggi kampus kita, khususnya Rektor UNM,” tegas Amirullah.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Amoras menuntut Senat UNM untuk menyatakan sikap terhadap isu yang masih bergulir hingga saat ini. Ia juga menilai bahwa UNM belum mampu menciptakan ruang aman bagi mahasiswa maupun dosen.
“Masih banyak problem yang terjadi di kampus dan realitanya sampai hari ini belum ada penyelesaian, bahkan transparansi terhadap publik. Maka hadirnya kawan-kawan dari Amoras ini hanya untuk meminta transparansi kasus yang terjadi di UNM,” tambahnya.
Aksi ini juga mengingatkan Pusat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UNM untuk membuka mata terhadap berbagai persoalan yang belum mendapat kejelasan.
Amirullah juga menyampaikan harapan agar pihak kampus lebih terbuka dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami hanya berharap pihak kampus benar-benar serius menangani kasus ini, bukan sekadar diam. Harapan kami jelas, UNM harus bisa menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika,” ungkapnya.
Amoras menegaskan tidak ada kepentingan lain dalam gerakan tersebut selain menuntut transparansi penanganan kasus pelecehan seksual di lingkungan UNM. (*)
*Reporter: Nur Mardatillah







