Presiden BEM Bantah Tuduhan Diktator, Klaim Dinamika BEM UNM Sarat Kepentingan Elit

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025 - 21:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Syamry Selaku Presiden BEM UNM, (Dok:Profesi)

Potret Syamry Selaku Presiden BEM UNM, (Dok:Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM), Syamry, angkat bicara menanggapi berbagai kritik yang menyeret namanya dalam pusaran isu #LKUNMDalamBahaya. Ia menilai narasi yang berkembang hingga saat ini tidak sesuai dengan fakta dan konteks dinamika internal BEM UNM.

Syamry secara tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya bersikap otoriter atau diktator dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, seluruh kebijakan strategis dan urusan kepengurusan BEM UNM selalu dibahas secara kolektif dalam Rapat Kabinet dengan menjunjung prinsip demokratisasi, transparansi, inklusivitas, dan keadilan.

“Narasi yang beredar hari ini jauh dari realitas. Menyebut saya diktator jelas tidak berdasar. Semua rencana strategis BEM UNM dibahas secara terbuka dan demokratis di dalam kabinet,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (29/12).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syamry kemudian membeberkan latar belakang polemik yang bermula dari proses penyusunan struktur kabinet BEM UNM periode 2025–2026. Ia menjelaskan, pada 13 Juni 2025 telah dilakukan pertemuan dan konsolidasi sembilan fakultas se-UNM untuk memfinalisasi struktur kepengurusan. Dalam forum tersebut, disepakati posisi Menteri Sosial dan Politik (Mensospol) diberikan kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), dengan mandat kepada H (inisial), untuk mengonsolidasikan keputusan itu di internal fakultas.

Baca Juga Berita :  Plt Presiden BEM Sampaikan Permintaan Maaf Atas Nama Rakyat Indonesia

Namun, hingga menjelang pelantikan Lembaga Kemahasiswaan (LK) UNM, FIKK disebut tidak kunjung menyerahkan nama untuk posisi tersebut. Sesuai kesepakatan awal, posisi Mensospol akhirnya dialihkan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) agar periodisasi dan pelantikan tidak terhambat.

“Karena tidak ada nama yang masuk sampai batas waktu, maka posisi Mensospol kami kembalikan ke FIP. Konsensus itu dengan sendirinya gugur,” jelasnya.

Dinamika kembali mencuat menjelang pelaksanaan Pleno LK UNM, ketika muncul dorongan agar figur AF (inisial) dari FIKK masuk ke dalam kabinet sebagai Mensospol. Syamry menegaskan, penolakan tersebut bukan bersifat personal, melainkan karena AF dinilai tidak memiliki legitimasi kelembagaan dari LK tingkat fakultas.

Ia menekankan bahwa setiap fungsionaris BEM UNM wajib memperoleh rekomendasi resmi dari lembaga kemahasiswaan fakultas masing-masing, sebagai bentuk representasi sah dan penerimaan di basis fakultas.

“Prinsip kami jelas, setiap posisi strategis harus diisi oleh figur yang memiliki legitimasi kelembagaan. Tanpa itu, menyatukan gerakan justru menjadi kontradiksi,” katanya.

Terkait dinamika internal dan mundurnya sepuluh orang pengurus BEM UNM, Syamry mengaitkan peristiwa tersebut dengan pengawalan isu dugaan pelecehan seksual yang menyeret Rektor UNM. Ia menyebut, pengunduran diri massal itu terjadi sehari setelah BEM UNM mengawal kasus tersebut di Polda Sulsel.

Baca Juga Berita :  [FEATURE] Sosok Ayah Penawar Hati

Menurutnya, tidak pernah ada konflik internal yang signifikan sebelum pengawalan isu tersebut dilakukan. Ia menuding adanya intervensi kelompok elit dan kelompok yang disebutnya pro-rektor, yang berupaya melemahkan gerakan mahasiswa dan memecah konsolidasi BEM UNM.

“Sepuluh pengurus itu dipaksa mundur tanpa alasan yang jelas, dengan dalih konstelasi politik lembaga kemahasiswaan. Padahal, konstelasi politik yang sah adalah suara mahasiswa secara kelembagaan, bukan politik kotor,” tegasnya.

Menyoal narasi #LKUNMDalamBahaya, Syamry menilai hal tersebut sebagai kritik reflektif bagi seluruh fungsionaris lembaga kemahasiswaan UNM. Ia menekankan pentingnya prinsip, integritas, dan independensi dalam menentukan sikap kelembagaan, tanpa tunduk pada subordinasi kelompok elit.

Ia juga mengingatkan bahwa konflik internal justru menguntungkan pihak-pihak yang merasa terancam oleh gerakan mahasiswa, terutama dalam pengawalan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.

“Tidak boleh ada ruang aman bagi pelaku kekerasan seksual dan parasit-parasitnya. Konflik di lembaga kemahasiswaan justru membuat mereka merasa aman,” pungkas Syamry. (*)

*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa

Berita Terkait

Maperwa Tegaskan Pemberhentian Presiden BEM UNM Bukan Keputusan Politis
Aksi Serentak, Desak Pengusutan Kasus Kekerasan Aparat
Plt Presiden BEM Sampaikan Permintaan Maaf Atas Nama Rakyat Indonesia
Mahasiswa UNM Gelar Aksi Tolak Pembatasan Jam Malam
Presiden BEM FEB Terpilih, Siap Kawal Isu Mahasiswa dan Kaum Termarginalkan
Soroti Kasus Kekerasan Aparat, Mahasiswa Gelar Aksi Mosi Tidak Percaya Polri
Ketua Umum Terpilih BEM FT UNM Tekankan Budaya Diskusi dan Literasi
BEM UNM Kembali Gelar Aksi, Tim Penyelidik Jelaskan Tahapan Penanganan Kasus Dugaan Pelecehan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:04 WITA

Maperwa Tegaskan Pemberhentian Presiden BEM UNM Bukan Keputusan Politis

Selasa, 7 April 2026 - 09:25 WITA

Aksi Serentak, Desak Pengusutan Kasus Kekerasan Aparat

Senin, 6 April 2026 - 20:52 WITA

Plt Presiden BEM Sampaikan Permintaan Maaf Atas Nama Rakyat Indonesia

Jumat, 3 April 2026 - 01:04 WITA

Mahasiswa UNM Gelar Aksi Tolak Pembatasan Jam Malam

Senin, 16 Maret 2026 - 01:42 WITA

Presiden BEM FEB Terpilih, Siap Kawal Isu Mahasiswa dan Kaum Termarginalkan

Berita Terbaru

Foto Bersama Tim Himatik dengan Lain Ketika Kegiatan Berlangsung, (Foto: Ist)

Himatik FT UNM

Proyek Mata Kuliah Antar Tim Himatik Raih Juara 1

Senin, 27 Apr 2026 - 21:02 WITA

Foto Bersama dalam Pembukaan Matriks 2026, (Foto: Ist)

Tak Berkategori

Ajang Prestasi dan Semangat Kebersamaan dalam Matriks 2026

Senin, 27 Apr 2026 - 16:55 WITA

Foto Pengumuman Juara Perlombaan Internasional, (Foto : Ist.)

UNM

Mahasiswa PGPAUD Raih Juara Dua di Purwokerto

Senin, 27 Apr 2026 - 16:36 WITA