PROFESI-UNM.COM — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Menara Phinisi, Jalan A.P. Pettarani, Rabu (12/11). Aksi ini tergelar untuk mengawal dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan pimpinan universitas
Fahrul Husain Abadi, Wakil Presiden BEM UNM yang turut hadir dalam aksi tersebut, menjelaskan bahwa tuntutan kali ini masih sama seperti aksi sebelumnya, yakni menuntut transparansi dan keadilan atas dugaan kasus kekerasan seksual oleh rektor UNM yang kini telah diberhentikan sementara.
“Kampus UNM saat ini sedang berada dalam kondisi kritis dimana mahasiswa dan seluruh civitas akademika menunggu hasil keputusan kementrian terkait sidang etik rektor UNM, bagaimana kemudian kita mengawal dugaan kasus kekerasan seksual oleh pimpinan Universitas Negeri Makassar. karena ini bukan hanya sekedar isu dugaan kekerasan seksual. namun selain daripada itu ini perihal etik dan integritas UNM sebagai Perguruan Tinggi, harapan kami bahwa hasil sidang etik di kementerian betul-betul transparan dan berpegang teguh pada nilai-nilai keadilan untuk menjaga marwah UNM,” ungkap Fahrul.
Selain mengawal kasus tersebut, BEM UNM juga menyampaikan perkembangan terkait permasalahan almamater.
Fahrul menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima data dari Wakil Rektor III terkait distribusi dana almamater. Dari total 312 mahasiswa yang telah melakukan pengembalian, terdapat 16 kwitansi yang tertolak karena sejumlah kendala administratif.
“Dari data yang kami terima, ada beberapa nomor kwitansi yang ganda dan ada juga yang hilang. Saat ini kami masih melakukan cross-check untuk memastikan kesesuaian data yang diterima dari WR III dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa sudah mulai ada titik terang terkait pencocokan data antara pihak BEM dan WR III.
Mahasiswa berharap sidang etik yang tengah berlangsung di kementerian benar-benar menghasilkan keputusan yang adil dan mampu menjaga nama baik serta integritas Universitas Negeri Makassar.(*)
*Reporter: Muh Apdal Adriansyah








