PROFESI-UNM.COM – Cuaca terik matahari yang melanda sejumlah wilayah menjadi perhatian bagi kalangan mahasiswa yang memiliki aktivitas padat di lingkungan kampus, karena intensitas paparan panas yang tinggi berpotensi mengganggu kondisi fisik serta menurunkan konsentrasi dalam menjalani kegiatan akademik sehari-hari.
Mahasiswa yang kerap berpindah antar gedung, mengikuti kegiatan organisasi, hingga melakukan aktivitas lapangan dinilai lebih rentan mengalami dehidrasi dan kelelahan, terlebih jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup serta perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu lama juga dapat memicu gangguan kesehatan lain, seperti pusing, kulit terbakar, hingga penurunan daya tahan tubuh yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas belajar mahasiswa di kelas maupun di luar kelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini semakin diperparah ketika mahasiswa mengabaikan tanda-tanda awal kelelahan, seperti rasa haus berlebihan, lemas, dan sulit fokus, yang sering kali dianggap sepele padahal dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius jika tidak segera ditangani.
Mahasiswa Diminta Lebih Waspada
Menanggapi hal tersebut, kesadaran untuk menjaga kesehatan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Salah satunya dengan membiasakan diri membawa air minum, menggunakan pelindung seperti payung atau topi. Selain itu, mengatur waktu aktivitas agar tidak terlalu lama berada di bawah sinar matahari.
Selain itu, memilih pakaian yang nyaman dan menyerap keringat juga dapat membantu tubuh tetap sejuk saat beraktivitas di luar ruangan. Ini agar sehingga risiko kelelahan akibat panas dapat diminimalkan.
Upaya lain yang dapat kita lakukan adalah mengatur jadwal kegiatan secara lebih efektif. Misalnya, memanfaatkan waktu pagi atau sore hari untuk aktivitas luar ruangan, serta mengurangi aktivitas berat saat suhu sedang tinggi.
Menjaga pola makan sehat dan waktu istirahat yang cukup juga menjadi faktor penting agar kondisi tubuh tetap stabil. Dan juga agar tidak mudah drop di tengah cuaca panas yang tidak menentu.
Dengan langkah sederhana tersebut, mahasiswa diharapkan tetap mampu menjalankan aktivitas perkuliahan secara optimal tanpa terganggu oleh dampak cuaca terik. Selain itu, agar dapatkeseimbangan antara kesehatan dan produktivitas dapat tetap terjaga. (*)
*Reporter : Nurul Adhani Ilham







