PROFESI-UNM.COM — Tren thrift menarik banyak mahasiswa karena harga murah dan pilihan gaya yang beragam. Namun kebiasaan ini juga membawa risiko kesehatan yang sering luput dari perhatian.
Salah satu ancaman berasal dari Molluscum contagiosum yang menyerang lapisan kulit. Virus ini menyebar lewat kontak langsung maupun lewat pakaian yang mengandung kuman.
Infeksi ini memunculkan benjolan kecil berwarna putih atau menyerupai warna kulit. Rasa gatal sering muncul dan mendorong penyebaran ke area tubuh lain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswa sering langsung memakai pakaian thrift tanpa proses cuci lebih dulu. Kebiasaan thrifting ini membuka peluang masuknya virus ke kulit.
Cuci pakaian thrift dengan deterjen dan air panas sebelum pakai untuk mengurangi risiko. Gunakan setrika panas agar kuman yang tersisa mati secara maksimal.
Pisahkan pakaian thrift dari pakaian lain saat proses pencucian berlangsung. Hindari juga pemakaian bersama agar penularan tidak terjadi antar pengguna.
Pilih penjual yang menjaga kebersihan barang dan memperhatikan kualitas pakaian. Periksa kondisi kain, bau, dan kebersihan sebelum membeli.
Jaga kebersihan tubuh setelah beraktivitas dengan pakaian thrift agar kulit tetap sehat. Kebiasaan sederhana ini membantu mahasiswa tetap aman saat mengikuti tren. (*)
*Reporter: Ratna Wulandari







