PROFESI-UNM.COM — Mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM), Azizah Mutmainnah B, lolos sebagai Google Student Ambassador 2026. Pengumuman kelolosan tersebut disampaikan pada 1 April 2026. Ia berasal dari Program Studi Pendidikan Biologi angkatan 2025.
Azizah mengaku merasa sangat bersyukur saat dinyatakan lolos dalam program tersebut. Ia juga merasakan kebanggaan atas pencapaian tersebut. Namun, ia menilai bahwa keberhasilan ini merupakan langkah awal untuk berkembang lebih baik.
“Jujur campur aduk sekali kak. Sangat bersyukur, terus ada juga rasa bangga, tapi saya sadar ini baru langkah awal,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswi FMIPA Ingin Perkenalkan Manfaat Google
Sebagai Student Ambassador, Azizah ingin mengenalkan pemanfaatan teknologi dan AI Google dalam proses belajar mahasiswa. Ia menilai teknologi dapat membantu pembelajaran menjadi lebih sistematis. Namun, ia menekankan bahwa teknologi tidak boleh menggantikan cara berpikir.
“Saya pengen ngenalin AI dan teknologi Google sebagai alat bantu, bukan untuk mengganti cara pikir teman-teman,” jelasnya.
Ia juga berencana memanfaatkan media sosial untuk membagikan tips penggunaan fitur Google. Selain itu, ia ingin mengadakan mentoring dan workshop kecil bagi mahasiswa di kampus.
“Saya ingin jadi jembatan antara Google dan teman-teman, supaya teknologi terasa lebih dekat dan bermanfaat,” tambahnya.
Dalam proses seleksi, Azizah mengikuti beberapa tahapan yang beragam. Ia memulai dengan pendaftaran melalui situs resmi Google Student Ambassador Indonesia. Setelah itu, ia mengikuti twibbon challenge dan membuat video wawancara mandiri.
Selanjutnya, ia mengikuti Gemini Challenge dengan membuat karya menggunakan fitur AI Google. Ia juga menuliskan aspirasi dan motivasi dalam mengikuti program tersebut. Seluruh tahapan dinilai oleh tim Google hingga akhirnya ia dinyatakan lolos.
Azizah juga membagikan pesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut. Ia mengajak mahasiswa untuk berani mencoba meski persaingan cukup ketat.
“Jangan takut mencoba. Persaingan memang ketat, tapi jangan biarkan takut gagal menahan kita,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa program ini terbuka untuk semua jurusan. Mahasiswa dari berbagai latar belakang tetap memiliki peluang yang sama.
“Walaupun bukan dari bidang teknik, selama punya minat di teknologi dan semangat berbagi, bisa banget ikut,” tutupnya. (*)
*Reporter Rosdiana







