PROFESI-UNM.COM – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk ‘Bahasa Mandarin Pertambangan untuk Siswa Kursus Global Mandarin Makassar’ telah dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa beberapa minggu lalu. Kegiatan ini menyasar peserta kursus yang berminat menapaki karier di sektor pertambangan, khususnya mereka yang membutuhkan penguatan kemampuan bahasa asing sebagai modal bersaing di dunia industri.
Ketua Tim PKM, Nur Nasharuddin Noni, mengatakan selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran intensif mencakup kosakata teknis, percakapan situasional, dan istilah yang lazim di lingkungan kerja pertambangan. Materi yang aplikatif membuat peserta menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan. Salah satu peserta menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan.
“Pembelajarannya mudah dipahami dan langsung berkaitan dengan dunia kerja yang ingin saya masuki,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Ia menambahkan program ini juga menekankan praktik komunikasi langsung melalui dialog, roleplay, dan simulasi penggunaan istilah teknis. Pendekatan tersebut terancang untuk membangun kepercayaan diri peserta ketika harus menggunakan Bahasa Mandarin dalam situasi profesional. Tim pengabdi menilai metode ini efektif.
“Praktik komunikasi membuat peserta lebih berani dan tidak canggung menggunakan kosakata teknis,” tambahnya.
Terakhir, Ia menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga kerja yang menguasai Bahasa Mandarin di sektor pertambangan terus meningkat seiring kerja sama dengan perusahaan internasional. Ia menegaskan bahwa kemampuan bahasa menjadi nilai tambah besar.
“Dengan kemampuan bahasa yang lebih baik, peluang peserta untuk bersaing di industri pertambangan tentu semakin besar,” pungkasnya.
Sebagai tindak lanjut, tim pelaksana menargetkan publikasi ilmiah, penyusunan buku ajar, dan pembuatan video pembelajaran agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Tim PKM terdiri atas Nur Nasharuddin Noni, Misnawaty Usman, Ernawati, dan Muawwal Al Asy’ari. Program ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam menyiapkan SDM yang siap bersaing di industri pertambangan. (*)
*Reporter: Firmansyah







