PROFESI-UNM.COM – Menjelang perayaan Idulfitri, masyarakat mulai menyiapkan berbagai hal, salah satunya menyiapkan aneka kue lebaran. Tradisi menyajikan kue bagi tamu sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia setiap hari raya. Tahun ini, tren kue lebaran membuka peluang usaha bagi kalangan mahasiswa yang ingin menambah penghasilan selama masa libur kuliah.
Rekomendasi Kue Lebaran
Sejumlah kue klasik masih menjadi favorit masyarakat, seperti nastar, kastengel, dan putri salju. Ketiga jenis kue ini hampir selalu hadir di meja tamu saat Lebaran karena rasanya yang khas. Namun, beberapa variasi baru mulai muncul, seperti nastar keju premium, kastengel mozzarella, hingga putri salju matcha yang memberikan sentuhan rasa modern pada kue tradisional.
Selain kue klasik, tren kue lebaran tahun ini juga terpengaruhi oleh inovasi rasa dan tampilan. Kue seperti cookies red velvet, choco chips cookies, dan dessert box dalam ukuran mini mulai diminati karena tampilannya menarik dan cocok dijadikan hampers. Banyak pelaku usaha rumahan memanfaatkan tren ini dengan membuat kemasan yang lebih estetik untuk menarik minat pembeli, terutama dari kalangan anak muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi mahasiswa, momentum menjelang Lebaran dapat menjadi kesempatan untuk mencoba usaha kecil-kecilan. Modal yang relatif terjangkau serta tingginya permintaan menjelang hari raya membuat bisnis kue lebaran cukup menjanjikan. Mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk, menawarkan sistem pre-order, atau bekerja sama dengan teman untuk produksi dan distribusi.
Selain itu, kreativitas juga menjadi kunci dalam menarik konsumen. Mahasiswa dapat membuat paket kue lebaran ekonomis untuk kalangan mahasiswa dan anak kos, atau menjual kue dalam ukuran toples kecil dengan harga lebih terjangkau. Strategi ini dinilai efektif karena tidak semua orang membutuhkan kue dalam jumlah besar, tetapi tetap ingin menghadirkan sajian khas Lebaran di tempat tinggalnya.
Dengan memanfaatkan momen menjelang Idulfitri, mahasiswa tidak hanya dapat belajar berwirausaha, tetapi juga melatih kreativitas dan manajemen usaha. Tren kue lebaran yang terus berkembang menunjukkan bahwa tradisi kuliner hari raya tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda. (*)
*Reporter: Nurul Adhani Ilham







