Waspadai Glucose Spike Saat Berbuka Puasa

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 01:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Infografis Mengenai Mekanisme Glucose Spike dan Urutan Anjuran Sehat Berbuka Puasa, (Foto: AI.)

Ilustrasi Infografis Mengenai Mekanisme Glucose Spike dan Urutan Anjuran Sehat Berbuka Puasa, (Foto: AI.)

PROFESI-UNM.COM – Buka puasa menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang, slogan “berbuka dengan yang manis” sudah lazim terdengar di telinga kita. Namun, tahukah kalian bahwa seharusnya kita tidak berbuka dengan yang manis secara berlebihan karena dapat memicu glucose spike?

Glucose spike adalah lonjakan gula darah secara drastis yang terjadi ketika perut kosong langsung terisi oleh gula atau karbohidrat sederhana dalam jumlah besar. Kondisi ini membuat tubuh “kaget” dan terpaksa memproduksi hormon insulin secara besar-besaran untuk menyeimbangkan kadar gula tersebut.

Pola makan “balas dendam” dengan sirup manis dan gorengan sering kali menjadi jebakan metabolik yang merugikan kesehatan. Akibatnya, alih-alih merasa segar, tubuh justru sering merasa lemas dan sangat mengantuk sesaat setelah berbuka puasa.

Jika kebiasaan ini terus berulang, risiko kesehatan seperti resistensi insulin, penumpukan lemak perut, hingga gejala diabetes akan meningkat tajam. Energi tubuh pun menjadi tidak stabil karena grafik gula darah yang naik dan turun secara ekstrem setiap harinya.

Penting untuk dipahami bahwa puasa yang sehat bukan sekadar menahan lapar, melainkan mengatur respons tubuh saat kembali makan. Kunci utamanya adalah menjaga agar grafik gula darah naik secara perlahan, bukan melonjak tajam secara tiba-tiba.

Baca Juga Berita :  Kesalahan Finansial Umum yang Harus Dihindari Sejak Dini

Langkah terbaik untuk menghindarinya adalah dengan mengawali berbuka menggunakan air putih dan maksimal dua butir kurma saja. Setelah itu, konsumsilah serat dari sayur atau protein terlebih dahulu sebelum menyentuh makanan berat agar penyerapan gula lebih melambat.

Mengunyah makanan secara perlahan juga sangat membantu tubuh dalam mengatur respons kenyang dan menjaga kestabilan metabolisme. Dengan cara yang bijak, puasa akan benar-benar memberikan manfaat kesehatan, kebugaran, dan keberkahan bagi tubuh kita.(*)

*Reporter: Alyani Fajrina Nursyabri

Berita Terkait

Mahasiswa Maksimalkan Ibadah di Penghujung Ramadan
Lailatul Qadr: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Tips Mengatur Waktu Organisasi dan Perkuliahan bagi Mahasiswa
Mahasiswa Manfaatkan Ramadan untuk Perkuat Spiritualitas dan Produktivitas
Produktif di Bulan Ramadan Kunci Sukses Hadapi UTS Tanpa Kehilangan Fokus
Puasa Ramadan sebagai Sarana Pembentukan Disiplin dan Pengendalian Diri
Tips Menghindari Dehidrasi Saat Bulan Ramadan
Kuliah dan Kerja Sekaligus, Tantangan Sekaligus Peluang
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 04:57 WITA

Mahasiswa Maksimalkan Ibadah di Penghujung Ramadan

Senin, 9 Maret 2026 - 04:45 WITA

Lailatul Qadr: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:51 WITA

Tips Mengatur Waktu Organisasi dan Perkuliahan bagi Mahasiswa

Senin, 2 Maret 2026 - 23:56 WITA

Produktif di Bulan Ramadan Kunci Sukses Hadapi UTS Tanpa Kehilangan Fokus

Senin, 2 Maret 2026 - 16:46 WITA

Puasa Ramadan sebagai Sarana Pembentukan Disiplin dan Pengendalian Diri

Berita Terbaru

Sesi foto bersama senior dan pengelola LPM Profesi UNM, (Foto: Dok. Profesi)

Alumni UNM

Bukber LPM Profesi Pererat Silaturahmi Alumni dan Pengelola

Selasa, 10 Mar 2026 - 23:59 WITA

Ilustrasi Mahasiswa Yang Sedang Mengaji di 10 Malam Ramadan, (Foto: Ai.)

wiki

Mahasiswa Maksimalkan Ibadah di Penghujung Ramadan

Senin, 9 Mar 2026 - 04:57 WITA