PROFESI-UNM.COM – Dehidrasi menjadi salah satu kondisi yang sering dialami oleh masyarakat selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Kurangnya asupan cairan selama berjam-jam dapat memengaruhi kondisi fisik, seperti rasa lemas, pusing, dan menurunnya konsentrasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima cairan sejak waktu sahur hingga berbuka puasa. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh kehilangan cairan melalui aktivitas normal seperti berkeringat dan bernapas. Jika tidak diimbangi dengan pola minum yang baik, risiko dehidrasi dapat meningkat.
Salah satu cara efektif untuk mencegah dehidrasi adalah dengan memenuhi kebutuhan cairan saat berbuka hingga sahur. Minum air putih secara bertahap membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih optimal dan menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berpuasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air, seperti semangka, melon, dan timun, juga dapat membantu menjaga hidrasi tubuh. Kandungan air dalam makanan tersebut membantu menggantikan cairan yang hilang selama beraktivitas.
Menghindari minuman berkafein seperti kopi dan teh juga penting, karena dapat meningkatkan produksi urine dan mempercepat kehilangan cairan tubuh. Sebagai gantinya, air putih menjadi pilihan terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Terakhir, penting untuk menghindari aktivitas fisik berlebihan di siang hari agar tubuh tidak kehilangan cairan secara berlebihan. Dengan menjaga pola minum dan aktivitas, individu dapat menjalankan ibadah puasa dengan kondisi tubuh yang sehat dan optimal. (*)
*Reporter: Azizah Auliyah






