PROFESI-UNM.COM – Arus balik Lebaran 2026 mulai meningkat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk jalur utama menuju kota-kota besar. Kepadatan kendaraan ini membuat risiko kecelakaan di jalan raya turut meningkat.
Kondisi fisik pengendara menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan perjalanan. Kelelahan setelah mudik dapat menurunkan konsentrasi dan memperlambat respons saat berkendara.
Selain itu, kesiapan kendaraan juga perlu diperhatikan sebelum digunakan untuk perjalanan jauh. Pemeriksaan rem, ban, dan lampu menjadi langkah dasar untuk mengurangi potensi gangguan di jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengendara yang mengalami kelelahan atau rasa kantuk disarankan untuk tidak memaksakan perjalanan. Beristirahat sejenak dapat membantu menjaga fokus dan kestabilan selama berkendara.
Penggunaan perlengkapan keselamatan juga menjadi hal yang tidak boleh penegndara abaikan. Helm standar dan sabuk pengaman berperan penting dalam meminimalisasi risiko cedera saat terjadi kecelakaan.
Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan batas kecepatan turut menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan perjalanan. Pelanggaran aturan masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang kerap terjadi.
Dengan memperhatikan berbagai aspek tersebut, perjalanan kembali ke kota usai lebaran dapat berlangsung lebih aman. Kesadaran dalam berkendara menjadi kunci untuk menjaga keselamatan bersama di jalan. (*)
*Reporter: Nur Syakika







