PROFESI-UNM.COM — Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi menghadirkan gedung sekretariat baru yang kini mulai difungsikan sebagai pusat aktivitas lembaga kemahasiswaan.
Kehadiran fasilitas ini disambut positif oleh Presiden Mahasiswa (Presma) Fakultas Psikologi, Muhammad Reza Fadli, yang menilai sekretariat tersebut sebagai langkah awal dalam mendukung produktivitas dan kolaborasi mahasiswa.
Reza menjelaskan bahwa sejak awal pihak fakultas telah menyampaikan rencana pembangunan sekretariat baru kepada mahasiswa. Meskipun proses pembangunan sepenuhnya dilakukan oleh fakultas, mahasiswa mulai dilibatkan setelah gedung selesai dibangun, khususnya dalam penentuan pembagian ruangan serta penataan awal sekretariat masing-masing lembaga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ketika sekretariat sudah berdiri, kami langsung diajak untuk memilih ruangan dan menata kebutuhan lembaga masing-masing,” ujarnya, Sabtu (13/12).
Gedung sekretariat baru ini terdiri atas enam ruangan utama yang diperuntukkan bagi lembaga kemahasiswaan. Selain itu, tersedia satu baruga di lantai atas yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang bersama untuk diskusi, rapat, maupun kegiatan internal mahasiswa. Keberadaan ruang komunal ini dinilai menjadi nilai tambah dalam menunjang interaksi antarlembaga.
Seiring dengan mulai difungsikannya sekretariat, Reza menyebut pihak fakultas juga secara bertahap melengkapi fasilitas dasar penunjang. Ruangan yang awalnya kosong kini telah dilengkapi karpet, penutup pintu, serta beberapa kebutuhan lain demi menunjang kenyamanan aktivitas organisasi mahasiswa.
“Alhamdulillah, kebutuhan seperti karpet, penutup pintu, dan fasilitas dasar lainnya sudah diberikan pimpinan,” tambahnya.
Namun demikian, Reza turut menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait pembangunan sekretariat baru tersebut. Ia menilai bahwa dari sisi luas bangunan, sekretariat yang baru justru lebih kecil dari sekretariat sebelumnya, sehingga dinilai kurang efisien untuk menampung aktivitas organisasi, khususnya lembaga dengan jumlah pengurus yang cukup besar.
“Untuk saat ini, sekretariat digunakan oleh lima lembaga kemahasiswaan, yakni tiga Biro Kegiatan Mahasiswa Fakultas (BKMF), satu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan satu Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa), tetapi masih terdapat kekurangan yang cukup signifikan. Salah satunya adalah luas bangunan yang lebih kecil dibandingkan sekretariat lama. Padahal, jumlah pengurus BEM saja mencapai sekitar 40 orang, sehingga ketika digunakan untuk rapat, ruangan terasa tidak mencukupi,” jelasnya.
Menurut Reza, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi penting ke depannya agar fasilitas yang disediakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lembaga kemahasiswaan. Ia menilai aspek efisiensi ruang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan fasilitas organisasi mahasiswa.
“Kondisi ini tentu menjadi bahan evaluasi penting ke depannya agar fasilitas yang disediakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lembaga kemahasiswaan. Aspek efisiensi ruang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan fasilitas organisasi mahasiswa,” ujar Reza.
Meski demikian, Reza tetap mengapresiasi perhatian pimpinan fakultas terhadap keberadaan dan kebutuhan lembaga kemahasiswaan. Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara mahasiswa dan pihak fakultas dapat terus terjalin dengan baik agar kekurangan yang ada dapat diperbaiki dan adanya evaluasi secara bertahap.
“Semoga sekretariat ini tetap menjadi wadah berdialektika, melahirkan kegiatan yang bermanfaat, serta memberi semangat baru bagi teman-teman mahasiswa,” harapnya. (*)
*Reporter: Muhammad Rusman
*Editor: Nur Mardatillah







