PROFESI-UNM.COM – Tim Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) berhasil meraih juara pertama dalam ajang Lomba Essay Dynamid 6.0 gelaran Institut Teknologi Kalimantan. Hasil penjurian dan pengumuman lomba muncul 28 April 2026 kemarin.
Tim ini beranggotakan Muh. Dwi Radhitya Ismail, Radit sapaannya, yang memimpin tim ini bersama dua rekan lainnya, Marda dan Muhammad Faisal. Tim ini merancang sebuah aplikasi belajar berbasis Artificial Intellegence (AI) sebagai asisten belajar digital bagi pelajar dan mahasiswa Bernama NeuroStudy.
Radit berperan besar pada penyusunan sistematika inovasi sekaligus perancangan utama aplikasi dalam bentuk Android.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokusnya terletak pada pengembangan konsep, simulasi sistem, hingga memastikan aplikasi mampu menjawab kebutuhan belajar pengguna secara efektif. Ia mengatakan memiliki fitur unggahan referensi, mahasiswa dapat menjadikan sumber belajar pilihan mereka sebagai dasar utama pembelajaran dalam aplikasi.
“NeuroStudy kami rancang sebagai aplikasi yang memungkinkan pengguna belajar dari referensi yang mereka inginkan sendiri,” ujar Radit.
Rancangan Aplikasi ini mempunyai algoritma agar hasil pembelajaran sesuai dengan tujuan pengguna. NeuroStudy juga mampu menyesuaikan metode belajar berdasarkan kebutuhan, seperti penggunaan metode ekspositori saat pengguna mempersiapkan diri untuk ujian tertentu.
Pengguna juga dapat menentukan durasi belajar sesuai target mereka, kemudian AI akan menyusun rundown belajar yang efektif dan terstruktur. Setelah sesi selesai, aplikasi akan menghasilkan soal evaluasi berdasarkan materi yang dipelajari serta memberikan penilaian sebagai bentuk umpan balik terhadap hasil belajar.
Mahasiswa asal Gowa ini mengungkap tantangan terbesar dalam pengembangan inovasi ini adalah karena sebagian besar sistematika aplikasi dan simulasi dikerjakan secara mandiri olehnya.
“Semua terkait sistematika aplikasi dan simulasi saya kerjakan sendiri, jadi cukup sulit, tetapi saya memanfaatkan bantuan AI untuk mendukung proses tersebut,” katanya.
Radit berpesan kepada inovator muda untuk selalu mempelajari inovasi terdahulu dan menemukan kekurangan yang mungkin terlihat kecil, tetapi berdampak besar. (*)
*Reporter: Insyiraah Putri Aeni Hs







