Sekolah PKM Evaluasi Ide Mahasiswa JBSI FBS UNM

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 01:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Ade Yustiana membawakan materi Evaluasi Ide PKM melalui Zoom, (Foto: Nur Awalul Nisa)

Potret Ade Yustiana membawakan materi Evaluasi Ide PKM melalui Zoom, (Foto: Nur Awalul Nisa)

PROFESI-UNM.COM – Sekolah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan Evaluasi Ide PKM. Kegiatan tersebut berlangsung melalui Zoom Meeting, Minggu (1/2).

Kegiatan menghadirkan Ade Yustiana, Dosen Fakultas Bahasa dan Sastra UNM sebagai narasumber. Yustiana merupakan Demisioner Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) DEKA JBSI FBS UNM periode 2018-2019.

Dalam pemaparan materinya, Yustiana menjelaskan karakteristik ide PKM yang baik, menyampaikan bahwa ide PKM harus memenuhi beberapa kriteria penting.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harus ilmiah dan analitis ya, tentunya ini ide-idenya itu tidak deskriptif atau tidak persuasif,” jelas Yustiana.

Yustiana juga menekankan aspek kebaruan dalam PKM. Menurutnya, nilai kebaruan atau novelty menjadi hal yang sangat penting dalam penyusunan ide PKM.

“Yang paling penting adalah kebaruan teman-teman, kebaruan untuk PKM itu harus nilai novelty itu tinggi ya,” ungkapnya.

Baca Juga Berita :  Begini Tanggapan Peserta Pinisi 2018 Saat Tiba di Makassar

PKM Evaluasi Ide Mahasiswa JBSI FBS UNM

Ia menjelaskan bahwa nilai novelty adalah unsur baru dalam sebuah penelitian. Lebih lanjut, unsur baru itu yang membedakan dengan penelitian terdahulu

“intinya ada hal baru yang teman-teman lakukan saat penelitian entah itu pendekatan atau metode,” jelasnya.

Yustiana menambahkan bahwa masalah yang PKM angkat harus tajam dan fokus. Ia juga menjelaskan bahwa ketajaman masalah bukan dilihat dari segi cakupan yang luas.

“Masalahnya tajam bukan dari segi cakupan yang luas tapi lebih kepada ini masalahnya harus tajam. Juga, seperti apa nanti akan fokus pada variabel utama dalam hal ini nanti tidak melebar kemana-mana,” tambah Yustiana.

Terkait subjek penelitian, Yustiana menekankan pentingnya kekhususan dalam menentukan subjek PKM. Ia memberikan contoh kelompok-kelompok yang dapat menjadi subjek penelitian.

Baca Juga Berita :  Surat Pengumuman FEB UNM Klarifikasi Aturan Penurunan UKT

“Subjek penelitiannya juga harus spesifik ya teman-teman, artinya nanti harus jelas. Misalnya, kalau PKM itu lebih dominan lebih suka kepada kelompok-kelompok yang rentan misalnya lansia, tahanan, dan sebagainya,” tuturnya.

Yustiana juga memberikan strategi dalam penyusunan judul PKM. Selain itu, menyarankan agar mahasiswa membuat judul yang kreatif dan menarik perhatian.

“Judulnya harus kreatif, sehingga baru dari judul pembaca sudah tertarik,” ungkapnya

Yustiana juga menyampaikan beberapa isu nasional yang menarik untuk melakukan penelitian dalam PKM. ia menyebutkan isu-isu seperti radikalisme, perundungan, pelecehan seksual, budaya, pendidikan inklusif, hingga pendidikan karakter sebagai topik yang relevan.

Kegiatan evaluasi ide PKM ini bertujuan memberikan pemahaman dan bimbingan kepada mahasiswa dalam menyusun proposal PKM yang berkualitas dan berpotensi lolos pendanaan hingga menjuara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). (*)

*Reporter: Nur Awalul Nisa

Berita Terkait

Menilik Biografi Sosok Legenda Pembuat Font Logo Profesi
Usung Semangat Tata Kelola Baru, LK FEB Resmi Lantik Kepengurusan Periode 2026–2027
PMP-OMK XXIX Capai Puncak, LPM Penalaran Kukuhkan 46 Anggota Baru
Mubes Himasera FSD Resmi Tetapkan Formatur Ketua Umum Baru
Sindir Ketimpangan Kelas, Hima Manajemen Desak Pembenahan Gedung BU Lewat Workshop Advokasi
Hima Manajemen Gelar Workshop Advokasi Dan Riset Aksi
Asah Kemampuan Riset, LPM Penalaran Gelar PMP XXIX
Ketua Formatur BEM FEB Resmi Terpilih Melalui Mufak XV
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:05 WITA

Menilik Biografi Sosok Legenda Pembuat Font Logo Profesi

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:41 WITA

Usung Semangat Tata Kelola Baru, LK FEB Resmi Lantik Kepengurusan Periode 2026–2027

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:03 WITA

PMP-OMK XXIX Capai Puncak, LPM Penalaran Kukuhkan 46 Anggota Baru

Senin, 6 Juli 2026 - 22:25 WITA

Mubes Himasera FSD Resmi Tetapkan Formatur Ketua Umum Baru

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:18 WITA

Sindir Ketimpangan Kelas, Hima Manajemen Desak Pembenahan Gedung BU Lewat Workshop Advokasi

Berita Terbaru

Grafis Pembagian Sesi PKKMB UNM 2026, (Foto: Dok. Profesi)

Informatif

Tips Maba Hadapi PKKMB, Cek Jadwal dan Siapkan Diri

Sabtu, 8 Agu 2026 - 00:01 WITA

Potret St. Aisyah Nur Fadillah Peraih 1st Runner Up Putri Kabupaten Pangkep, (Foto: Ist.)

Prestasi

Mahasiswi FBS Raih 1st Runner Up Putri Pangkep 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 23:28 WITA

Potret Maman Suryaman Dosen PBSI UNY saat Sampaikan Sambutan pada Pekan Pujangga, (Foto : Nur Hafizhah)

Agendasiana

Dosen PBSI UNY Soroti Peran Sastra dalam Menjaga Bahasa Ibu

Jumat, 7 Agu 2026 - 23:07 WITA

Potret Kerusakan Fasilitas di FMIPA UNM, Foto: (Dok. Profesi)

Profesiana

Dua Nama Utama Diduga Dalangi Kerusuhan FMIPA

Jumat, 7 Agu 2026 - 23:00 WITA