PROFESI-UNM.COM – Sekolah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan Evaluasi Ide PKM. Kegiatan tersebut berlangsung melalui Zoom Meeting, Minggu (1/2).
Kegiatan menghadirkan Ade Yustiana, Dosen Fakultas Bahasa dan Sastra UNM sebagai narasumber. Yustiana merupakan Demisioner Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) DEKA JBSI FBS UNM periode 2018-2019.
Dalam pemaparan materinya, Yustiana menjelaskan karakteristik ide PKM yang baik, menyampaikan bahwa ide PKM harus memenuhi beberapa kriteria penting.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harus ilmiah dan analitis ya, tentunya ini ide-idenya itu tidak deskriptif atau tidak persuasif,” jelas Yustiana.
Yustiana juga menekankan aspek kebaruan dalam PKM. Menurutnya, nilai kebaruan atau novelty menjadi hal yang sangat penting dalam penyusunan ide PKM.
“Yang paling penting adalah kebaruan teman-teman, kebaruan untuk PKM itu harus nilai novelty itu tinggi ya,” ungkapnya.
PKM Evaluasi Ide Mahasiswa JBSI FBS UNM
Ia menjelaskan bahwa nilai novelty adalah unsur baru dalam sebuah penelitian. Lebih lanjut, unsur baru itu yang membedakan dengan penelitian terdahulu
“intinya ada hal baru yang teman-teman lakukan saat penelitian entah itu pendekatan atau metode,” jelasnya.
Yustiana menambahkan bahwa masalah yang PKM angkat harus tajam dan fokus. Ia juga menjelaskan bahwa ketajaman masalah bukan dilihat dari segi cakupan yang luas.
“Masalahnya tajam bukan dari segi cakupan yang luas tapi lebih kepada ini masalahnya harus tajam. Juga, seperti apa nanti akan fokus pada variabel utama dalam hal ini nanti tidak melebar kemana-mana,” tambah Yustiana.
Terkait subjek penelitian, Yustiana menekankan pentingnya kekhususan dalam menentukan subjek PKM. Ia memberikan contoh kelompok-kelompok yang dapat menjadi subjek penelitian.
“Subjek penelitiannya juga harus spesifik ya teman-teman, artinya nanti harus jelas. Misalnya, kalau PKM itu lebih dominan lebih suka kepada kelompok-kelompok yang rentan misalnya lansia, tahanan, dan sebagainya,” tuturnya.
Yustiana juga memberikan strategi dalam penyusunan judul PKM. Selain itu, menyarankan agar mahasiswa membuat judul yang kreatif dan menarik perhatian.
“Judulnya harus kreatif, sehingga baru dari judul pembaca sudah tertarik,” ungkapnya
Yustiana juga menyampaikan beberapa isu nasional yang menarik untuk melakukan penelitian dalam PKM. ia menyebutkan isu-isu seperti radikalisme, perundungan, pelecehan seksual, budaya, pendidikan inklusif, hingga pendidikan karakter sebagai topik yang relevan.
Kegiatan evaluasi ide PKM ini bertujuan memberikan pemahaman dan bimbingan kepada mahasiswa dalam menyusun proposal PKM yang berkualitas dan berpotensi lolos pendanaan hingga menjuara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). (*)
*Reporter: Nur Awalul Nisa







