Peran Jurnalis dalam Menegakkan Kebebasan Pers

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 20:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mikrofon dan Koran yang Terbelenggu Kebebasan Pers (Foto: Int.)

Ilustrasi Mikrofon dan Koran yang Terbelenggu Kebebasan Pers (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Jurnalis memegang peran penting dalam menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi. Mereka menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya kepada publik. Melalui kerja jurnalistik, jurnalis tidak hanya menulis berita, tetapi juga mengawasi jalannya kekuasaan dan memastikan transparansi dalam kehidupan publik.

Kebebasan pers menjadi fondasi bagi masyarakat yang terbuka dan kritis. Pers yang bebas memberi masyarakat akses terhadap berbagai informasi sosial, politik, dan ekonomi. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjamin hak jurnalis untuk mencari, memperoleh, dan menyebarkan informasi tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Jurnalis berperan sebagai penjaga kebenaran (watchdog) yang mengawasi pemerintahan dan berbagai kebijakan publik. Mereka menelusuri fakta melalui liputan investigatif, wawancara, dan analisis lapangan. Dengan cara itu, jurnalis membantu masyarakat memahami berbagai persoalan secara objektif dan faktual.

Selain mengawasi kekuasaan, jurnalis menjaga independensi media dari pengaruh politik dan ekonomi. Mereka menolak intervensi yang dapat mengubah isi pemberitaan. Independensi tersebut menjadi dasar kepercayaan publik terhadap media yang profesional dan jujur.

Jurnalis juga meningkatkan literasi informasi masyarakat. Mereka melawan penyebaran berita palsu dan disinformasi dengan menghadirkan informasi yang terverifikasi. Melalui tulisan dan laporan mereka, masyarakat dapat membedakan fakta dari opini yang menyesatkan serta mengambil keputusan berdasarkan data yang benar.

Meski menghadapi banyak tantangan, jurnalis tetap menjalankan tugas dengan berani. Mereka sering menghadapi ancaman, intimidasi, bahkan kekerasan saat meliput peristiwa penting. Data Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat berbagai kasus kekerasan, penyensoran, dan kriminalisasi terhadap jurnalis di Indonesia setiap tahun.

Baca Juga Berita :  Cara Mudah Membagi Waktu antara Kuliah, Organisasi, dan Hobi

Kode Etik Jurnalistik

Jurnalis berpegang pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) untuk menjaga profesionalisme. Mereka menegakkan prinsip kejujuran, keberimbangan, dan tanggung jawab sosial agar kebebasan pers tidak disalahgunakan. Setiap berita yang mereka tulis mencerminkan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi dan hak publik atas informasi yang benar.

Kebebasan pers tidak hanya memberi ruang bagi jurnalis untuk menulis, tetapi juga memberi masyarakat hak untuk mengetahui kebenaran. Dengan menjunjung etika dan keberanian, jurnalis terus memperkuat peran mereka sebagai garda terdepan dalam menjaga demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia. (*)

*Reporter: Muhammad Nasruddin

Berita Terkait

Strategi Matang untuk Siswa Eligibel
Tips Praktis Cegah Mabuk Perjalanan bagi Mahasiswa
Lingkungan Positif Jadi Faktor Penentu Perkembangan Diri Generasi Muda
Tahapan Belajar Figma Dari Nol
Tips Menentukan Judul Skripsi untuk Mahasiswa Tingkat Akhir
Tips dan Trik Menjadi Pemimpin yang Efektif
Persiapan Kunci bagi Mahasiswa Menjelang Semester Baru
Tips Aktif dalam Kuliah, Prestasi Tetap Jalan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:48 WITA

Strategi Matang untuk Siswa Eligibel

Selasa, 9 Desember 2025 - 17:05 WITA

Tips Praktis Cegah Mabuk Perjalanan bagi Mahasiswa

Senin, 8 Desember 2025 - 20:44 WITA

Lingkungan Positif Jadi Faktor Penentu Perkembangan Diri Generasi Muda

Senin, 8 Desember 2025 - 15:36 WITA

Tahapan Belajar Figma Dari Nol

Senin, 8 Desember 2025 - 07:16 WITA

Tips Menentukan Judul Skripsi untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

Berita Terbaru

Foto bersama panitia dan LK PORS MIPA 2025, (Foto: Ist.)

Kilas Kampus

BEM FMIPA UNM Hadirkan PORS MIPA 2025 dengan Beragam Cabang Lomba

Senin, 15 Des 2025 - 18:23 WITA

Potret Nurhikma Membawakan Materi MOOCs dan Gamifikasi dalam Blended Learning melaui Zoom, (Foto: Nur Awalul Nisa)

Inovasi

MOOCs dan Gamifikasi untuk Meningkatkan Blended Learning

Senin, 15 Des 2025 - 18:21 WITA

Tampilan Sistem Informasi Akademik Terintegrasi (SIAKAD) UNM yang baru, (Foto: Int.)

Akademik

Perkuat Layanan Digital, UNM Luncurkan SIAKAD

Senin, 15 Des 2025 - 17:25 WITA