PROFESI-UNM.COM – Menjelang akhir semester, mahasiswa mulai disibukkan dengan tugas kuliah, ujian akhir, hingga berbagai deadline yang datang hampir bersamaan. Kondisi tersebut membuat sebagian mahasiswa harus mengorbankan waktu istirahat demi menyelesaikan tugas tepat waktu.
Beberapa mahasiswa mengaku kepadatan tugas di akhir semester cukup memengaruhi kondisi fisik maupun mental. Salah satu mahasiswa mengatakan situasi akhir semester tidak selalu terasa terlalu menekan, tetapi tetap melelahkan karena tugas datang dalam waktu berdekatan.
“Biasa aja sih sebenarnya nggak terlalu pressure karena cuma beberapa aja yang UAS dan mata kuliah lain UAS-nya sudah waktu praktik bazar di kampus,” ujarnya, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski begitu, ia mengaku tantangan terbesar yang sering dihadapi mahasiswa adalah keterbatasan waktu untuk menyelesaikan seluruh tugas. Akibatnya, banyak mahasiswa mengurangi waktu tidur demi mengejar deadline.
“Tantangan terbesarnya tuh ngerasa nggak punya waktu untuk nyelesain semua tugas di waktu yang mepet, jadinya harus ngambil jam-jam tidur buat kerja tugas,” katanya.
Mahasiswa lainnya juga mengungkapkan bahwa kepadatan tugas sering membuat mahasiswa mengalami stres hingga kurang memperhatikan kondisi tubuh sendiri.
“Stress, kurang tidur, makan seadanya, yang penting tugas selesai,” tuturnya.
Menurut mereka, kepadatan tugas sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental mahasiswa. Kurangnya waktu istirahat membuat mahasiswa mudah lelah, sulit fokus, hingga merasa cemas terhadap hasil akademik yang diperoleh.
“Sangat berpengaruh, mulai dari kurang tidur, nggak fokus, capek, takut nilai nantinya nggak sesuai padahal udah ngerasa semaksimal mungkin,” ujar salah satu mahasiswa.
Mahasiswa lainnya menambahkan bahwa salah satu tantangan yang terkadang dihadapi mahasiswa saat akhir semester adalah kebiasaan menunda pekerjaan sehingga tugas menjadi semakin menumpuk menjelang deadline.
“Kalau saya pribadi malas sih, suka nunda dan merasa hal lain selain kerjain tugas itu lebih menarik,” jelasnya.
Untuk menjaga kondisi mental tetap stabil, para mahasiswa memiliki cara masing-masing dalam menghadapi tekanan akademik. Salah satu mahasiswa memilih membuat jadwal pengerjaan tugas agar lebih teratur dan tidak terlalu terbebani.
“Caraku adalah bikin jadwal buat ngerjain tugasnya. Dan paling penting jangan ada pressure pas ngerjain tugas, bawa santai aja,” katanya.
Sementara mahasiswa lainnya menyarankan agar mahasiswa tidak terlalu terburu-buru saat mengerjakan tugas dan sesekali melakukan hal yang disukai untuk mengurangi stres.
“Bawa santai aja, tak usah terburu-buru. Terburu-buru malah menyebabkan kita gak sinkron sama otak kita sendiri, just do your best,” ujarnya.
Ia juga menyebut mendengarkan musik, stretching, bernyanyi, maupun menulis jurnal dapat membantu menenangkan pikiran di tengah padatnya aktivitas akademik.
Selain itu, keduanya sepakat bahwa mengerjakan tugas lebih awal dapat membantu mengurangi tekanan selama akhir semester.
“Makin cepat selesai makin lega,” tambahnya. (*)
*Reporter: Husnul Khatimah Hidir







