Olah Hormon Stress di Pagi Hari Tingkatkan Produktifitas Diri

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2026 - 22:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi Seseorang Siap Beraktivitas di Pagi Hari, (Foto : AI)

Foto Ilustrasi Seseorang Siap Beraktivitas di Pagi Hari, (Foto : AI)

PROFESI-UNM.COM – Mengawali hari dengan produktivitas tinggi ternyata bukan sekadar masalah disiplin mental, melainkan tentang bagaimana seseorang mampu menyelaraskan aktivitasnya dengan mekanisme biologis hormon stres di dalam tubuh.

Kunci utama produktif seseorang pada pengelolaan kortisol, hormon yang secara alami mencapai titik puncaknya sesaat setelah seseorang terbangun dari tidurnya. ​Fenomena ini yakni Cortisol Awakening Response (CAR) sebagai alarm alami yang menyiapkan tubuh  menghadapi tantangan hari itu.

Produktivitas terhambat ketika seseorang merespons lonjakan hormon ini dengan cara yang salah, seperti langsung terpaku pada gawai. Paparan digital di pagi hari  memicu  adrenalin dan norepinefrin secara berlebihan, berujung pada rasa cemas serta hilangnya fokus.

​Untuk mengubah stres menjadi daya kerja yang efektif, praktisi kesehatan menyarankan pemanfaatan cahaya matahari pagi sebagai pengatur ritme sirkadian. Cahayanya membantu menstabilkan kadar kortisol sehingga transisi dari fase istirahat ke aktif  lebih halus tanpa memicu rasa kelelahan.

Menunda konsumsi kafein satu hingga dua jam setelah bangun menjadi langkah strategis agar sistem saraf tidak mengalami stimulasi ganda. Hal tersebut dapat menyebabkan kelelahan mental di siang hari.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa Capek, tapi Tetap Terlihat Kuat di Kampus

​Dengan memahami ritme hormon stres ini, masyarakat diharapkan dapat merancang rutinitas pagi yang lebih tenang dan terukur.

Fokus pada tugas berat saat kortisol sedang tinggi, sembari menjaga ketenangan sistem saraf melalui aktivitas fisik ringan atau meditasi. Kegiatan tersebut terbukti meningkatkan kualitas kerja secara signifikan.

Pada akhirnya, pagi yang produktif bukan tentang seberapa cepat seseorang bergerak, melainkan seberapa cerdas ia mengelola energi kimiawi yang telah disediakan oleh tubuhnya sendiri. (*)

*Reporter : Florencya Alnisa Christin

Berita Terkait

Fenomena “Silent Productivity”: Cara Baru Mahasiswa Tetap Produktif Tanpa Tekanan
Cara Efektif Mahasiswa Mengatasi Ngantuk Saat Perkuliahan
Tips Menghadapi Musim Kemarau
Tips Menguasai Adobe Animate bagi Mahasiswa Desain Pemula
Kreativitas Mahasiswa Jadi Kunci Pengembangan Diri di Tengah Tantangan Akademik
Tips Mahasiswa Menghadapi Deadline Tugas yang Menumpuk
Mahasiswa Sambil Kerja, Antara Kuliah dan Tanggung Jawab
Adaptasi Mahasiswa Baru Dari SMA ke Dunia Kampus

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 22:00 WITA

Olah Hormon Stress di Pagi Hari Tingkatkan Produktifitas Diri

Senin, 20 April 2026 - 19:43 WITA

Fenomena “Silent Productivity”: Cara Baru Mahasiswa Tetap Produktif Tanpa Tekanan

Senin, 20 April 2026 - 19:28 WITA

Cara Efektif Mahasiswa Mengatasi Ngantuk Saat Perkuliahan

Jumat, 17 April 2026 - 01:39 WITA

Tips Menghadapi Musim Kemarau

Rabu, 15 April 2026 - 01:21 WITA

Tips Menguasai Adobe Animate bagi Mahasiswa Desain Pemula

Berita Terbaru

Potret Nurul Mitha Wisudawan  Terbaik FIP 2026, (Foto: Ist).

wisudawan terbaik

Wisudawan Terbaik FIP Ungkap Perjalanan dan Strategi Akademik

Sabtu, 25 Apr 2026 - 22:10 WITA

Foto Ilustrasi Seseorang Siap Beraktivitas di Pagi Hari, (Foto : AI)

Berita Wiki

Olah Hormon Stress di Pagi Hari Tingkatkan Produktifitas Diri

Sabtu, 25 Apr 2026 - 22:00 WITA