PROFESI-UNM.COM – Pihak keamanan Universitas Negeri Makassar (UNM) mengimbau seluruh elemen mahasiswa untuk bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan Kampus Parangtambung. Imbauan ini menyusul adanya insiden kesalahpahaman antara sejumlah oknum mahasiswa Fakultas Seni dan Desain (FSD) dengan Fakultas Teknik (FT) yang terjadi selama dua hari berturut-turut, yakni pada 22 hingga 23 Mei.
Rentetan kejadian tersebut bermula pada Jumat (22/5) subuh sekitar pukul 04.00 WITA, yang kemudian berlanjut pada Sabtu (23/5) dini hari pukul 02.00 WITA. Insiden pada rentang waktu tersebut berimbas pada rusaknya sejumlah fasilitas kampus. Pihak keamanan mencatat adanya kerusakan pada beberapa ruangan Lembaga Kemahasiswaan (LK) di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), serta kerusakan di area akses pintu masuk menuju ruang Dekan FSD.
Kepala Kelompok (Kapok) Security Pengamanan UNM, Dahlan, menyoroti dinamika kejadian ini yang disinyalir tidak lepas dari pengaruh pihak luar. Ia mengharapkam untuk mahasiswa aktif mengambil sikap bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memicu konflik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap adik-adik mahasiswa bisa berpikir lebih analitis dan tidak mudah diadu domba oleh pihak-pihak yang mungkin ingin melihat kampus kita terkesan tidak aman,” ungkap Dahlan saat dimintai keterangan pada Senin (25/5).
Lebih lanjut, Ia mengingatkan keharmonisan yang sebenarnya sudah terjalin sangat baik antara mahasiswa FT dan FSD. Hal ini terbukti ketika kedua fakultas menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) secara bersamaan di Malino. Selama kegiatan di luar kampus tersebut, kedua belah pihak mampu membaur secara damai tanpa memicu gesekan apa pun.
Terkait upaya pengamanan di dalam kampus, personel satpam terus mengedepankan langkah persuasif dengan menegur oknum yang melanggar batas jam malam. Pihak keamanan sengaja menghindari tindakan represif yang dapat memicu benturan fisik demi menjaga nama baik institusi. Oleh karena itu, Ia juga sangat mengharapkan para pimpinan fakultas segera turun tangan membantu menertibkan aktivitas ilegal di luar jam akademik.
“Kita sudah berada di tahun 2026, mari kita tinggalkan hal-hal (konflik) seperti itu. Sekarang adalah zamannya memenangkan persaingan melalui buku, penulisan artikel, jurnal, dan karya ilmiah demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
*Reporter: Muhammad Yusran






