PROFESI-UNM.COM – Kepala UPT Keamanan Universitas Negeri Makassar (UNM), Dahlan, mengungkap kronologi penyerangan oleh komplotan bermotor yang bersenjata tajam di kampus UNM, Kamis (24/07) sore. Serangan mendadak yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita itu membuat mahasiswa panik dan situasi kampus di Jalan Pettarani sempat mencekam.
Kelompok ini masuk ke area kampus dengan membawa busur, parang, dan bahkan meledakkan senjata rakitan jenis paporuk. Kepala UPT Keamanan UNM, Dahlan, mengungkap bahwa insiden ini terjadi setelah seseorang melakukan penikaman yang kemudian memicu aksi balasan.
“Sekitar jam 12 malam saya dapat informasi dari teman-teman kepolisian, intel kepolisian, bahwa seseorang anggota taruna menikam orang Makassar,” jelas Dahlan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerangan Bermotor di Kampus
Dahlan menyebut bahwa korban adalah orang Makassar dan pihak keluarga yang tidak terima langsung melakukan penyisiran ke sejumlah kampus dengan kekuatan sekitar 100 orang dan 50 motor.
Kelompok penyerang melakukan serangan secara terarah dengan tujuan mencari mahasiswa dari Palopo, yang dikenal dengan plat nomor kendaraan “DP”.
“Dia cari kode DP, dia cari orang IPMIL Raya,” kata Dahlan.
Ia menambahkan bahwa dirinya sempat mengikuti iring-iringan kelompok tersebut dari UMI hingga akhirnya memotong jalur menuju kampus UNM untuk mengantisipasi kejadian lebih buruk.
Sesampainya di kampus, kelompok itu langsung menyerang. “Mereka membawa busur, sebagian besar membawa parang, tiba-tiba masuk dan meledakkan paporuk di sini,” ujarnya.
Untungnya, petugas keamanan kampus berhasil menenangkan massa hampir melukai salah satu staf keamanan yang mencoba menenangkan mereka. “Alhamdulillah teman-teman kamar bisa memberikan pengertian, sehingga mereka keluar,” lanjut Dahlan.
Beberapa orang mengalami trauma akibat penyerangan itu. Dahlan menyebut bahwa massa hampir melukai salah satu staf keamanan yang mencoba menenangkan mereka.
“Beberapa anggota kelompok mengancamnya dengan parang dan busur. Kebetulan juga tadi sampai di fakultas saya di belakang, dia bawa parang, sempat meledak itu,” tuturnya.
Beberapa mahasiswa menunjukkan kepanikan secara jelas.
Sebagai langkah antisipasi, Dahlan menghimbau mahasiswa UNM yang berasal dari Palopo untuk mengganti plat nomor motornya sementara waktu. “Saya berharap untuk anak-anak kami yang mahasiswa UNM yang ada kode DP-nya, ganti lah dulu pelatnya untuk sementara waktu,” tegasnya.
Ia juga berharap pihak kepolisian segera bertindak agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. (*)
*Reporter: Angnis Arimayanti







