PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) memenuhi undangan dialog terbuka oleh pimpinan Universitas di Ballroom Phinisi Lantai 1, Kamis (9/4).
Dalam kesempatan tersebut Plt Bem Nur Intan Maharani Ilyas menegaskan menolak keterlibatan aparat TNI dalam menjaga keamanan kampus. Menurutnya ini bukan tupoksi aparat TNI kecuali pada situasi tertentu.
“Kita memahami bahwa aparat TNI tidak memiliki tupoksi mengamankan sipil kecuali pada situasi yang tidak dapat tertangani oleh keamanan kampus” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menambahkan kondisi kampus seperti itu dapat terjadi karena teman melakukan kegiatan diskusi, aksi, dan berkonsolidasi dengan tertib dan tidak meninggalkan gerakan tambahan.
“Tapi kalau kita melihat kondisi kampus hari ini saya kira tidak ada hal yang dapat terjadi. Mahasiswa berdiskusi, berkonsolidasi dan aksi harus selalu memenuhi ketertiban dan tidak ada meninggalkan gerakan tambahan,” tambahnya.
Lebih lanjut Intan menuturkan ada pengecualian jika terdapat oknum orang tidak dikenal (OTK) oleh kelompok tertentu yang selalu menekan mahasiswa.
“kecuali memang ada OTK yang menekan teman mahasiswa yang pecah kita di dalam,” tuturnya
Terakhir Intan menjelaskan isu keterlibatan aparat TNI menjaga keamanan kampus bukanlah peran militer. Kegiatan diskusi dan aksi tidak masuk dalam kondisi darurat militer.
“Terkait mengenai isu aparat TNI saya kira tampaknya bukan peranannya militer untuk menjaga keamanan kampus. Ruang diskusi, aksi dan sebagainya bukan kondisi darurat militer” tutupnya (*).
*Reporter: Muhammad Syarief







