HIMA AP FIP UNM Gencarkan Edukasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 02:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama pengurus Hima AP FIP UNM di Aula Kantor Kecamatan Rappocini, (Foto: Ist.)

Foto bersama pengurus Hima AP FIP UNM di Aula Kantor Kecamatan Rappocini, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM — Tingginya laporan kekerasan terhadap perempuan yang berada pada Kecamatan Rappocini mendorong pelaksanaan penyuluhan edukasi kekerasan berbasis gender. Himpunan Mahasiswa (Hima) Administrasi Pendidikan (AP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) menginisiasi kegiatan ini, Sabtu (31/1).

Kegiatan ini bertempat di Aula Kantor Kecamatan Rapoccini. Juga, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Makassar.

Case Worker UPTD PPA Kota Makassar, Muh. Ahmad Jumain Fajar, menegaskan bahwa rendahnya pemahaman masyarakat menjadi faktor utama banyak korban memilih diam.

“Masih banyak korban yang tidak menyadari bahwa mereka mengalami kekerasan, terutama kekerasan nonfisik seperti psikis, verbal, dan kontrol berlebihan,” tegasnya.

Jumain menambahkan, kekerasan nonfisik kerap menjadi hal yang wajar dalam relasi. Akibatnya, berdampak besar pada kesehatan mental dan rasa aman perempuan.

“Bentuk kekerasan ini sering menjadi hal yang normal, padahal dampaknya sama seriusnya dengan kekerasan fisik,” tambahnya.

Baca Juga Berita :  Olah Limbah Spanduk Jadi Lahan Budidaya Cacing, Program Kemitraan Masyarakat Dosen PTP UNM

Melalui penyuluhan ini, UPTD PPA menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan kekerasan sejak lingkungan terdekat.

“Kesadaran masyarakat sangat menentukan. Lingkungan yang responsif bisa mencegah kekerasan dan mendorong korban berani melapor,” tegasnya.

Sebagai penutup Jumain juga menekankan bahwa pengetahuan hukum menjadi bekal penting bagi perempuan agar memahami hak dan perlindungan yang tersedia.

“Ketika perempuan tahu bahwa kekerasan adalah pelanggaran hukum, keberanian untuk melapor akan tumbuh,” tutupnya. (*)

*Reporter : Putri Salsabila

Berita Terkait

Panduan Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia Perkuliahan
Glow & Lovely Buka Beasiswa 2026 untuk Mahasiswi, Pendaftaran Berakhir 10 Mei
Raker LPM Penalaran Perkuat Komitmen dan Sinergi Pengurus 2026
Seminar Nasional Bahas Kesehatan Mental Perempuan
Dari Ruang Wawancara ke Panggung, Duta FEB UNM Terpilih 2026
Ketua Umum Terpilih BEM FT UNM Tekankan Budaya Diskusi dan Literasi
Resmi Dikukuhkan, Mahasiswa Kimia Angkatan 2024 Tekankan Pentingnya Solidaritas dan Kebersamaan
Strategi Efektif Mengatur Program Kerja MBKM bagi Mahasiswa
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 10:41 WITA

Panduan Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia Perkuliahan

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:11 WITA

Glow & Lovely Buka Beasiswa 2026 untuk Mahasiswi, Pendaftaran Berakhir 10 Mei

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:46 WITA

Raker LPM Penalaran Perkuat Komitmen dan Sinergi Pengurus 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:40 WITA

Seminar Nasional Bahas Kesehatan Mental Perempuan

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:48 WITA

Dari Ruang Wawancara ke Panggung, Duta FEB UNM Terpilih 2026

Berita Terbaru

Potret Kemacetan yang Terjadi Akibat Aksi UNM Bergerak, (Foto: Dok. Profesi)

Aksi

Aksi UNM Bergerak Dinilai Warga sebagai Hal Wajar

Sabtu, 7 Mar 2026 - 10:28 WITA

Potret Sejumlah Massa Aksi saat Demonstrasi, (Foto: Dok. Profesi)

Aksi

Wujudkan Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM

Jumat, 6 Mar 2026 - 12:30 WITA

Poster pendaftaran Petik BK 2026, (Foto: Int.)

KILAS LK

Petik Hima BK, Hadirkan Empat Cabang Lomba

Jumat, 6 Mar 2026 - 11:14 WITA

Pamflet Perpanjangan Penerimaan Proposal PKM, (Foto: Int.)

PKM

UNM Perpanjang Pengumpulan Proposal PKM 2026

Jumat, 6 Mar 2026 - 11:01 WITA