PROFESI-UNM.COM – Guru Besar Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan pameran Tunggal kaligrafi dengan tema “Melestarikan Budaya Inklusi melalui Pameran Kaligrafi Islam, Aksara Latin, dan Aksara Lontara” berlangsung di Hall A.P Pettarani Gedung Amanagappa, Jumat (13/2).
Aziz Ahmad selaku guru besar pada pelaksanaan menuturkan pameran ini adalah pameran kaligrafi yang diartikan sebagai tulisan indah yang dibuat dalam tiga bentuk aksara. Ia memaparkan bahwa karya yang dipamerkan mencakup kaligrafi Islam (aksara Arab), aksara latin (huruf Romawi), serta aksara lontara, bugis dan makassar
“Nah, prinsipnya itu dalam pameran ini kita pamerkan intinya kaligrafi ya. Ini kan judulnya pameran tunggal kaligrafi. Kaligrafi itu diartikan sebagai tulisan indah. Jadi itu tadi, dituliskan yang ada di karya yang dipamerkan ini ada tiga bentuk aksara kaligrafi Islam (aksara Arab), aksara Latin (huruf Romawi), dan aksara Lontara Bugis-Makassar” tuturnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guru Besar FSD Gelar Pameran Tunggal
Keberhasilan pameran ini tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak. Aziz menjelaskan bahwa proses kreatif dan persiapan kegiatan ini mendapat bantuan besar dari para mahasiswa serta alumni FSD UNM. Selain itu, dukungan juga datang dari fakultas lain seperti Fakultas Ilmu Sosial (FIS), hingga melibatkan bantuan dari anggota keluarga terdekat.
“Banyak yang terlibat, utamanya dari mahasiswa ya. Mahasiswa kita, terus ada alumni juga, mahasiswa FSD (Fakultas Seni dan Desain). Ada juga bantuan dari fakultas lain, katakanlah dari FIS, tapi mayoritas dari mahasiswa dan alumni FSD. Tentu di samping itu ada dari kami sendiri, ada anak, ada keluarga” jelasnya.
Penyelenggaraan kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh pendanaan dari Dana Indonesiana yang dikelola oleh LPDP, bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Aziz menambahkan selain pameran, rangkaian program ini juga akan diisi dengan lomba kaligrafi pada hari terakhir yang menargetkan partisipasi minimal 50 peserta.
“Apalagi ini dananya dari Dana Indonesiana, dari LPDP bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI. Itu yang mendanai. Jadi ini sebetulnya ada dua program: pertama pameran kaligrafi ini, dan nanti hari Ahad kita adakan lomba kaligrafi” tambahnya
Sebagai penutup, ia berharap ribuan karya yang dipamerkan dapat menjadi sarana edukasi dan apresiasi bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. Baginya, pelaksanaan pameran dan lomba ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional atas kepercayaan. Lebih lanjut, bantuan dana yang telah negara berikan agar dapat memberikan manfaat luas bagi kebudayaan.
“Harapan kami, pameran karya sebanyak ini (ada lebih dari 1.000 karya) bisa diapresiasi oleh masyarakat, terutama mahasiswa dan masyarakat umum. Harapan lain, pameran ini untuk melaksanakan tanggung jawab bantuan dana tadi. Kalau sudah diberi dana harus dilaksanakan dengan baik” harapnya. (*)
*Reporter: Muhammad Syarief







