PROFESI-UNM.COM – Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi dengan tema “Seruan Aksi Mahasiswa UNM: Republik Indonesia Sekarat” oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM yang berlangsung di depan Menara Pinisi UNM, Rabu (17/6).
Dalam orasinya, Formatur BEM Fakultas Teknik (FT) UNM, Muammar Qadhafi, menyoroti sejumlah isu yang tengah menjadi perhatian publik, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), polemik ekonomi nasional, hingga belum disahkannya Undang-Undang Perampasan Aset.
Muammar menilai program MBG yang saat ini pemerintah jalankan perlu adanya evaluasi secara menyeluruh. Ia juga menyinggung isu mengenai kemungkinan program tersebut akan berjalan di lingkungan perguruan tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di kampus kita tercinta, ada isu bahwasanya MBG ini akan masuk di kampus. Universitas Negeri Makassar tetap akan lantang menyuarakan berbagai polemik yang ada di Indonesia hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah belum menunjukkan langkah konkret dalam mendorong regulasi tersebut, padahal masyarakat membutuhkan instrumen hukum yang kuat untuk menindak praktik korupsi.
Lebih lanjut, Muammar juga menyoroti kondisi perekonomian nasional yang saat ini semakin berat. Ia menyebut melemahnya nilai tukar rupiah sebagai salah satu persoalan yang harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Ini adalah kompleks problem yang saat ini khususnya rezim yang berkuasa perlu selesaikan. Negara Indonesia harus berdiri secara mandiri di atas kedaulatan negaranya,” tegasnya. (*)
*Reporter: Nur Mardatillah







