BRIN Dorong Rumah Inovasi Indonesia untuk Jembatani Kesenjangan Riset dan Industri

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Kepala BRIN RI dalam Kuliah Umum Kebangsaan dan Diskusi Publik, (Foto: Int.)

Potret Kepala BRIN RI dalam Kuliah Umum Kebangsaan dan Diskusi Publik, (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Kuliah Umum Kebangsaan dan Diskusi Publik yang menghadirkan narasumber Arif Satria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia (RI). Kegiatan berlangsung di Ballroom Teater Lantai 2, Menara Pinisi, Senin (8/6)

Dalam kuliah umum tersebut, Arif menyoroti kesenjangan antara dunia riset dan industri yang menjadi tantangan dalam pengembangan inovasi di Indonesia. Ia menilai kesenjangan tersebut menghambat pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung pembangunan dan pencapaian Indonesia Emas 2045.

“Yang terjadi di Indonesia adalah The Valley of Death, artinya adanya ketimpangan antara dunia riset di lembaga riset dengan dunia industri. Karena, riset yang ada di lembaga-lembaga akademik berfokus pada technology readiness level yang masih rendah dan kemudian industri tidak nyambung,” jelasnya.

Kepala BRIN RI ini menambahkan bahwa kondisi tersebut menyebabkan banyak hasil penelitian sulit masuk tahap adopsi industri karena belum sesuai dengan kebutuhan pasar. Akibatnya, muncul missing link yang menghambat proses hilirisasi dan pemanfaatan inovasi masyarakat.

“Jadi sekarang kita upayakan mengatasinya dengan link & match. Antara riset dan industri karena itulah penting bagi BRIN untuk punya peran membangun ekosistem dan mendorong kontribusi terhadap Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga Berita :  Dekan Fakultas Psikologi UNM Beri Penjelasan Sumbangan Lahan Parkir

Lebih lanjut, ia menawarkan solusi program Rumah Inovasi Indonesia berbasis pada kondisi riset di Indonesia saat ini. Program ini rencana menjadi penguat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan sektor industri.

“Agar riset dan inovasi itu punya dampak kepada industri dan masyarakat, maka kita akan bangun rumah inovasi Indonesia. Sehingga inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa dari kampus yang ada dipercepat hilirisasinya,” ucapnya. (*)

*Reporter: Nurkhaerunnisa Aszahra Saleh

Berita Terkait

FEB Perkuat Tata Kelola Keuangan UMK Desa Balleanging Lewat Program Pengabdian Masyarakat
Mahasiswa UNM Raih Gold Award IICE 2026 Lewat Inovasi GEOCULTURE-AR
Jelang Pemilihan Rektor, Dekan FEB Tekankan Pembenahan Sarana dan SDM
Pamerkan Alat Peraga Kreatif, FMIPA Ubah Paradigma Belajar Matematika
Usung Teknologi Tepat Guna, FT Tampilkan Berbagai Karya Inovatif
Inovasi Pembelajaran Bangun Ruang Berbasis AI, AR, dan Etnomatematika Raih Gold Award
Inovasi Sepeda Listrik Energi Terbarukan di Stand Pameran Pendidikan FT
Open Recruitment Bakti Sosial XI, Ajak Mahasiswa Wujudkan Pengabdian Nyata
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:44 WITA

FEB Perkuat Tata Kelola Keuangan UMK Desa Balleanging Lewat Program Pengabdian Masyarakat

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:39 WITA

Mahasiswa UNM Raih Gold Award IICE 2026 Lewat Inovasi GEOCULTURE-AR

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:32 WITA

Jelang Pemilihan Rektor, Dekan FEB Tekankan Pembenahan Sarana dan SDM

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:26 WITA

Pamerkan Alat Peraga Kreatif, FMIPA Ubah Paradigma Belajar Matematika

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24 WITA

Usung Teknologi Tepat Guna, FT Tampilkan Berbagai Karya Inovatif

Berita Terbaru

Pamflet Cara Presentasi di Depan Audiens, (Foto: Ai.)

Berita Wiki

Cara Menghadapi Ketakutan Presentasi di Depan Kelas

Jumat, 24 Jul 2026 - 01:50 WITA

Ilustrasi Mahasiswa Berdiskusi dan Mengembangkan Inovasi sebagai Upaya Menciptakan Solusi Kreatif yang Bermanfaat bagi Masyarakat, (Foto: Ai.)

Berita Wiki

Inovasi Mahasiswa Dorong Solusi Kreatif bagi Masyarakat

Jumat, 24 Jul 2026 - 01:39 WITA