Program MBG Jadi Sorotan Aksi Republik Indonesia Sekarat

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Plt Presiden BEM UNM saat Aksi Berlangsung, (Foto: Dok. Profesi)

Potret Plt Presiden BEM UNM saat Aksi Berlangsung, (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi bertajuk Reformasi Jilid 2. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu sorotan pada aksi mahasiswa yang berlangsung di depan Menara Pinisi, Rabu (17/6).

Pelaksana Tugas (Plt) Presiden BEM UNM, Nur Intan Maharani Ilyas, menegaskan mahasiswa tidak menolak pemenuhan gizi bagi masyarakat. Namun, ia menilai pemerintah perlu memastikan program tersebut berjalan transparan serta tidak mengorbankan kebutuhan publik lainnya.

“Kalau melihat dari green reviewnya, tuntutan utama ya terutama persoalan pemborosan APBN yang terkait dengan Makan Bergizi Gratis (MBG), kemudian Kabinet Merah Putih, terus RUU Polri yang kemarin disahkan. Makanya kita bungkus semua dia jadi satu reformasi jilid 2, Republik Indonesia Sekarat,” tegasnya.

Intan, sapaanya, menerangkan bahwa ia pernah mendengar isu tentang pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di UNM. Oleh karena itu, aksi ini BEM gelar untuk menjadi tanda bahwa BEM menolak keras isu tersebut.

“Sebelumnya ada kabar atau teriakan bahwasanya MBG itu akan masuk kampus, termasuk dengan kampus yang di sebelah itu telah menyuarakan oleh kawan-kawan mahasiswa. Jadi sebelum itu betul-betul terjadi di UNM, kita menjemput isu ini karena kita betul-betul menolak adanya MBG atau SPP/UKT masuk di dalam kampus,” terangnya.

Baca Juga Berita :  Bangun Kualitas Sejak Awal Periode, HMDKV FSD UNM Gelar Upgrading

Intan menilai berbagai isu yang muncul sejak pemerintahan Prabowo-Gibran bersama Kabinet Merah Putih telah banyak disuarakan mahasiswa. Namun, menurutnya, gerakan tersebut kerap hanya berlangsung pada momen tertentu sehingga BEM UNM berupaya menjaga konsistensi gerakan dalam mengawal berbagai isu.

“Sejak rezim Prabowo-Gibran dengan Kabinet Merah Putih ya sudah banyak sekali kemudian isu-isu yang kawan-kawan mahasiswa suarakan. Tapi sampai hari ini, saya rasa gerakan dari kawan-kawan itu kadang hanya momentum aja gitu. Jadi, kawan-kawan hari ini dari UNM berusaha untuk menjaga resistensi gerakan kita,” ujarnya.*

*Reporter: Putri Salsabila

Berita Terkait

Aksi Reset Indonesia Tuai Beragam Tanggapan Pengendara
Rekam Jejak Nur Intan Maharani Ilyas, Pengemban Amanah Plt Presiden BEM
BEM U Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Rektor UNM
BEM UNM Gelar Seminar Nasional Bahas Esensi Riset
BEM Se-kota Makassar Komitmen dalam Satu Visi Misi
BEM UNM Gelar Seminar Bahas Optimalisasi Media
Pemenang Lomba LKTI dan Video Fesbudnas BEM UNM Keluhkan Uang Pembinaan Tak Kunjung Cair
Agenda Bertabrakan, BEM UNM Lebih Pilih Kegiatan Ketimbang Aksi
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:22 WITA

Program MBG Jadi Sorotan Aksi Republik Indonesia Sekarat

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:31 WITA

Aksi Reset Indonesia Tuai Beragam Tanggapan Pengendara

Jumat, 24 April 2026 - 00:23 WITA

Rekam Jejak Nur Intan Maharani Ilyas, Pengemban Amanah Plt Presiden BEM

Jumat, 1 Agustus 2025 - 21:03 WITA

BEM U Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Rektor UNM

Selasa, 6 Agustus 2024 - 16:32 WITA

BEM UNM Gelar Seminar Nasional Bahas Esensi Riset

Berita Terbaru

Potret Mahasiswa Baru UNM pada kegiatan PKKMB, (Foto: Int.)

Berita Wiki

Persiapan Penting untuk Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia Kampus

Senin, 6 Jul 2026 - 22:44 WITA

Sesi Foto Bersama setelah Forum Selesai, (Foto: AI.)

KILAS LK

Mubes Himasera FSD Resmi Tetapkan Formatur Ketua Umum Baru

Senin, 6 Jul 2026 - 22:25 WITA

Potret Jas Almamater Universitas Negeri Makassar, (Foto: Hafid Budiawan)

Kilas Kampus

UNM Gratiskan Jas Almamater bagi Seluruh Mahasiswa Baru Tahun 2026

Senin, 6 Jul 2026 - 22:16 WITA