Overthinking Skripsi, Ketika Deadline Jadi Momok

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 10 Juli 2025 - 16:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mahasiswa Stres Skripsi, Dikejar Deadline dan Bimbingan, (Foto: AI.)

Ilustrasi Mahasiswa Stres Skripsi, Dikejar Deadline dan Bimbingan, (Foto: AI.)

PROFESI-UNM.COM – Menyelesaikan skripsi seharusnya menjadi langkah terakhir menuju kelulusan. Namun, bagi banyak mahasiswa tingkat akhir, proses ini justru menjadi sumber overthinking yang tiada habisnya. Bukan hanya soal menulis dan revisi, tapi juga kecemasan tentang masa depan, ekspektasi keluarga, dan ketidakpastian dunia kerja.

Mahasiswa tingkat akhir sering kali menghadapi tekanan berlapis. Saat teman-teman mulai lulus satu per satu, perasaan tertinggal perlahan muncul. Deadline terasa menakutkan, belum lagi revisi dosen pembimbing yang datang bertubi-tubi. Di sela itu, pikiran mulai melompat ke pertanyaan besar: “Setelah lulus, aku mau jadi apa?”

Bagi sebagian mahasiswa, skripsi bukan hanya tugas akhir, tetapi titik awal dari ketakutan yang lebih luas. Dunia pasca-kampus terlihat kabur, apakah akan langsung kerja, lanjut kuliah, atau justru menganggur? Belum lagi tekanan halus dari keluarga dan kerabat yang tak jarang bertanya, “Kapan wisuda?”, “Kerja di mana nanti?”, hingga “Nggak lanjut S2?”.

Overthinking ini kemudian berdampak pada kondisi mental dan motivasi. Banyak mahasiswa merasa kehilangan semangat, mudah lelah, bahkan menunda pengerjaan skripsi karena cemas tidak akan maksimal. Padahal, semakin tertunda, rasa takut itu justru semakin besar.

Ketika Deadline Jadi Momok

Fenomena ini juga dipicu oleh standar kesuksesan yang tidak realistis. Mahasiswa kerap membandingkan dirinya dengan orang lain, yang sudah kerja di perusahaan ternama, yang diterima beasiswa luar negeri, atau yang sukses jadi konten kreator. Akibatnya, pencapaian pribadi terasa kurang berarti.

Baca Juga Berita :  Himaprodi PBSI Hadirkan Sintesa, Jadi Ruang Temu Angkatan 2025

Meski begitu, tak semua overthinking berakhir buruk. Bagi sebagian mahasiswa, perasaan cemas justru menjadi pemicu untuk menyusun rencana dan mencari jalan keluar. Beberapa mulai mengikuti pelatihan karier, membuat portofolio, atau memperluas jaringan. Ada pula yang memilih fokus menyelesaikan skripsi dulu, lalu pelan-pelan merancang masa depan.

Menghadapi overthinking di masa akhir kuliah bukan perkara mudah. Namun dengan dukungan lingkungan, bimbingan yang tepat, dan keberanian untuk jujur pada diri sendiri, mahasiswa bisa melewati fase ini dengan lebih tenang. Lagipula, setiap orang punya waktunya sendiri untuk tiba di garis akhir. (*)

*Reporter: Nur Mardatillah

Berita Terkait

Tips Menyimpan Sayuran agar Tetap Awet bagi Anak Kos Tanpa Kulkas
Tips Menghadapi Cuaca Panas Saat Beraktivitas di Kampus
Kenali Beberapa Beasiswa Pemerintah yang Bisa Jadi Pilihan untuk Melanjutkan Pendidikan
Siap KKN? Ini 5 Langkah yang Perlu Dipersiapkan Mahasiswa
Cara Menghadapi Ketakutan Presentasi di Depan Kelas
Tingkatkan Peluang Lolos, Ini Langkah Mempersiapkan Seleksi Beasiswa
Inovasi Mahasiswa Dorong Solusi Kreatif bagi Masyarakat
Suka Manis Tetap Bisa Diet dengan Pilihan yang Lebih Sehat
Berita ini 307 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:35 WITA

Tips Menyimpan Sayuran agar Tetap Awet bagi Anak Kos Tanpa Kulkas

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:11 WITA

Tips Menghadapi Cuaca Panas Saat Beraktivitas di Kampus

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:54 WITA

Kenali Beberapa Beasiswa Pemerintah yang Bisa Jadi Pilihan untuk Melanjutkan Pendidikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:59 WITA

Siap KKN? Ini 5 Langkah yang Perlu Dipersiapkan Mahasiswa

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:50 WITA

Cara Menghadapi Ketakutan Presentasi di Depan Kelas

Berita Terbaru