PROFESI-UNM.COM – Launching novel Sang Anak Guru dan Konser Pendidikan di wilayah Makassar telah terlaksana, sebelumnya kegiatan serupa telah terlaksana di dua kota lainnya seperti Palopo dan Bone. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Teater Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu (3/9).

Kegiatan ini menghadirkan konten kreator asal Makassar sebagai host dalam rangkaian  acara talkshow, Rijal Djamal. Serta para narasumber yang luar biasa yaitu Asri tadda selaku CEO Astramedia Group dan Atte Shernyla Maladevi Penulis, yang membahas tentang masalah sistem pendidikan di Indonesia.Kemudian, Hermansyah Ketua Karang Taruna Sulawesi Selatan dan Elli Wakil Dekan III Universitas Muhammadiyah Makassar, yang membahas tentang pendidikan era saat ini.

Selain itu, ada beberapa narasumber lain yang turut hadir yaitu Mustari Mustafa Dosen Filsafat Universitas Islam Negeri Makassar, dan Abdullah Sanusi Direktur Kemahasiswaan dan Penyiapan Karir Universitas Hasanuddin Makassar. Keduanya membahas tentang keputusan pengganti skripsi dan anggapan tentang dunia pendidikan.

Atte mengungkapkan, dalam tiap karyanya selalu membawa tiga nilai, yaitu kearifan lokal agar lebih dikenal oleh generasi muda, perempuan yang berdaya, serta literasi dan pendidikan.

“Bagaimana kearifan lokal itu lebih dicintai, lebih dikenal oleh generasi muda. Kemudian, bagaimana perempuan lebih berdaya. Walaupun kita perempuan ya, kita bukan makhluk nomor dua, kita juga bisa berdaya. Yang ketiga adalah literasi dan pendidikan gitu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Penulis sekaligus ibu rumah tangga ini menghimbau kepada generasi muda agar bisa terus berinovasi dan keluar dari zona nyaman. Hal itu, ia bahas dalam buku ini.

“Saya merasa bahwa banyak hal-hal yang baik dari tokoh yang saya tulis ini, yang harus anak muda ketahui. Apalagi mereka yang ada di zona nyaman, malas-malasan, dan galau. Ayo baca buku ini,” ucapnya.

Terakhir, Penulis Sang Anak Guru ini berharap buku ini memberikan inspirasi pada pembacanya. Ia pun mengungkapkan bahwa karyanya ini belum sempurna.

“Walaupun memang belum sempurna, karena setiap karya itu pasti ada ketidaksempurnaan nya. Mudah-mudahan karya selanjutnya bisa lebih baik,” harapnya.(*)

*Reporter: Miftahuljannah Latief/Editor: Nirmala Dewi

Komentar Anda

Iklan