PROFESI-UNM.COM – Aneka ember telur merupakan tradisi unik yang berkembang di sejumlah daerah di Indonesia. Tradisi ini menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan ditandai dengan penyusunan telur rebus berwarna-warni di dalam ember atau wadah besar. Telur-telur tersebut dihias menggunakan kertas warna, pita, dan ornamen lain, kemudian dibawa ke masjid atau lokasi perayaan untuk didoakan bersama.
Asal-usul tradisi ini diyakini telah ada sejak puluhan tahun lalu dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Telur dipilih sebagai simbol kehidupan dan keberkahan karena sifatnya yang mudah diperoleh dan tahan lama. Ember digunakan sebagai wadah karena mampu menampung banyak telur sekaligus memberikan ruang untuk menata hiasan yang menarik dan bervariasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan tradisi dimulai ketika warga membawa ember berisi telur hias menuju lokasi acara. Telur ditancapkan pada batang bambu atau lidi yang ditata rapat di dalam ember dengan alas gabus atau tanah liat agar berdiri kokoh. Setiap keluarga biasanya menyiapkan satu atau lebih ember, sesuai kemampuan masing-masing. Sebelum acara doa dimulai, ember-ember tersebut dipajang di pelataran masjid sehingga masyarakat dapat melihat berbagai kreasi yang dibuat oleh warga. Beberapa ember dihiasi dengan tema warna cerah, bunga plastik, atau tulisan lafaz islami.
Tradisi ini memiliki makna sosial dan religius. Secara sosial, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga karena melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Secara religius, telur-telur yang dibawa melambangkan keberkahan dan dibagikan kepada jamaah sebagai bentuk sedekah. Setelah pembacaan shalawat dan riwayat Nabi, telur-telur itu dibagikan kepada anak-anak dan warga yang hadir, menjadi momen yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak.
Meskipun zaman semakin modern, tradisi aneka ember telur tetap bertahan di berbagai daerah. Pemerintah desa dan tokoh agama sering memberikan dukungan, baik melalui penyediaan fasilitas maupun pengaturan acara. Beberapa daerah bahkan mengadakan lomba menghias ember telur untuk menarik minat generasi muda agar tetap melestarikan tradisi ini. Dengan demikian, aneka ember telur tidak hanya menjadi simbol perayaan Maulid Nabi, tetapi juga bagian dari kearifan lokal yang memperkaya budaya Indonesia. (*)
*Reporter: Eka Septi Irianti







