PROFESI-UNM.COM — Menjalankan ibadah puasa bukan hanya menahan haus dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran serta pengendalian diri. Meski demikian, rasa lapar sering menjadi tantangan, terutama bagi mahasiswa dengan aktivitas padat selama Ramadan.
Berikut beberapa tips untuk membantu menunda rasa lapar agar tetap fokus dan produktif sepanjang hari.
Pertama, perhatikan asupan saat sahur. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Jenis makanan ini dicerna perlahan sehingga energi dilepas secara bertahap. Selain itu, tambahkan protein seperti telur, tahu, tempe, dan daging tanpa lemak agar kenyang lebih stabil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua, penuhi kebutuhan cairan tubuh secara cukup. Minum air putih saat sahur dan berbuka membantu mencegah dehidrasi yang kerap terasa seperti lapar. Pola minum 2–4–2 dapat menjadi pilihan untuk menjaga keseimbangan cairan selama puasa.
Ketiga, batasi makanan tinggi gula sederhana saat sahur. Makanan manis memang memberi energi cepat, tetapi dapat memicu penurunan gula darah secara drastis. Akibatnya, rasa lapar muncul lebih cepat. Sebagai alternatif, pilih buah segar sebagai sumber gula alami serta serat.
Keempat, kelola aktivitas fisik dengan bijak. Kurangi aktivitas berat dan atur waktu istirahat agar energi tetap terjaga. Bagi mahasiswa, penyusunan jadwal kuliah dan organisasi secara teratur membantu menjaga stamina serta konsentrasi.
Terakhir, alihkan perhatian dari rasa lapar melalui kegiatan positif seperti membaca, berdiskusi, atau mengikuti kajian. Aktivitas produktif membantu mengurangi fokus pada lapar sekaligus memberi nilai tambah secara intelektual dan spiritual.
Dengan pola makan sehat, manajemen waktu baik, serta keseimbangan aktivitas, rasa lapar saat puasa dapat dikendalikan secara optimal. Puasa pun dapat dijalani dengan lebih nyaman dan penuh makna. (*)
*Reporter: Rahmadani







