PROFESI.UNM-COM – Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Program Studi Gizi, Universitas Negeri Makassar (UNM), Yade Kurnia Yasin, mengukir prestasi internasional sebagai delegasi, dengan meraih Best Poster Presentation Award Consolation dalam ajang 2nd International Scientific Conference on Body Composition di Kuala Lumpur, Malaysia 6 April hingga 7 April 2026.
Dalam konferensi tersebut, Yade Kurnia Yasin membawakan dua artikel untuk presentasi, yakni Poster Presentation dan Fire Oral Presentation. Ia menerangkan bahwa penghargaan yang ia raih merupakan kategori favorit. Ia juga mengaku tidak menyangka namanya akan muncul sebagai penerima penghargaan.
“Setelah presentasi poster, di hari terakhir itu ada diumumkan penghargaan, awalnya saya kira tidak dapat apa-apa, tapi tiba-tiba nama saya dipanggil. Saya juga kaget, tapi Alhamdulillah, yang awalnya bingung jadinya senang,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa penelitian tersebut merupakan hasil penelitian tim dosen gizi yang membahas kaitan antara kecukupan asupan gizi, body cell mass, dan performa sprint atlet basket. Hal ini disesuaikan dengan tema konferensi yang membahas komposisi tubuh.
Dosen Gizi Riset Performa Atlet Basket
Dalam penelitian tersebut, tim dosen gizi menganalisis komponen gizi seperti protein, lemak, dan zat gizi lain, massa otot. Selain itu, body cell mass untuk melihat pengaruhnya terhadap kecepatan dan performa atlet basket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan pola makan, terutama dengan asupan protein yang cukup dan lemak yang terkontrol, berperan dalam meningkatkan performa atlet.
Khususnya pada kecepatan lari, serta dapat menjadi acuan bagi pelatih dan ahli gizi dalam mengatur pola makan atlet. Ia juga menjelaskan bahwa proses persiapan konferensi berlangsung selama kurang lebih tiga bulan sejak tahap pendaftaran hingga pengumpulan artikel.
Sementara itu, data penelitian yang digunakan merupakan hasil penelitian yang telah ada pada tahun sebelumnya. Menutup wawancara melalui panggilan video, Yade Kurnia Yasin menitipkan pesan kepada para mahasiswa agar tidak ragu dalam memulai riset.
“Penelitian itu kita lakukan untuk mencari solusi dari masalah di masyarakat. Kalau kita sudah berangkat dari hal itu, berarti apa yang kita kerjakan itu sudah punya nilai dan dampak,” pungkasnya. (*)
*Reporter: Ratna Wulandari







