PROFESI-UNM.COM -Tim Phinisi Debating Society Universitas Negeri makassar (UNM) berhasil meraih Juara 2 dalam lomba debat ilmiah pada Pekan Ilmiah Nasional (Pena) 2025 yang terselenggara oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Bidikmisi dan KIP Kuliah (IKMB KIP UNM). Kegiatan ini teradakan di Hotel Grand Imawan, Pengayoman, pada (14-16/11).
Kegiatan ini mengusung tema “Mengubah Tantangan Menjadi PEluang: Kolaborasi Manusia dan AI dalam STEM sebagai Solusi Terobosan Global”
Satria, mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FIS-H UNM yang menjadi ketua tim, menyampaikan kegembiraan dan kebanggaan atas pencapaian tersebut. Mengapresiasi pengalaman berharga yang terdapatkan selama debat, terutama kerja sama tim yang erat dan pembahasan mosi-mosi yang menantang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perasaan kami sangat senang dan bangga. Berbagai dinamika yang terlalui di setiap ronde debat tentunya punya kenangan tersendiri, membahas mosi-mosi yang sangat menarik yang tentunya mengasah nalar kritis kami. Dan yang paling penting kerja sama tim yang kami bangun memberikan kesan yang sangat hangat dan mengharukan”, ucapnya.
Tim mengetahui informasi lomba melalui platform Instagram. Dari platform tersebut, mereka memutuskan untuk ikut lomba sebagai ajang pembelajaran.
Lebih lanjut, Satria menjelaskan bahwa proses persiapan yang dilakukan kurang maksimal karena kendala bonding antar anggota tim yang baru pertama kali mengikuti lomba debat. Selain itu, kesibukan sebagai mahasiswa turut membuat mereka kesulitan membagi fokus.
“Proses persiapan yang kami lakukan kurang maksimal. Adapun kendala yang kami hadapi adalah proses bonding antar anggota tim, mengingat tim ini baru pertama kali mengikuti lomba debat. Selain itu, kesibukan kami sebagai mahasiswa turut membuat kami kesulitan dalam membagi fokus persiapan lomba,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas terlaksananya program tersebut, mengingat dirinya berkuliah melalui dana bantuan KIP. Berharap mahasiswa semakin bersemangat dalam menumbuhkan nalar kritis.
“Selain itu, saya merasa sangat bangga terhadap terlaksananya program ini, mengingat saya berkuliah melalui dana bantuan KIP. Harapan saya semoga semangat untuk menumbuhkan nalar kritis di kalangan mahasiswa semakin terjaga,” ungkapnya.
Terakhir, ia berpesan agar ruang intelektual semakin mendapat perhatian dari pihak kampus, khususnya dalam kegiatan lomba debat. Berharap legalitas komunitas debat UNM dapat segera terealisasi demi keberlanjutan regenerasi debater.
“Pesan saya, semoga ruang intelektual semakin mendapat perhatian dari kampus, khususnya dalam kegiatan lomba debat ini. Saya juga berharap legalitas komunitas debat UNM dapat segera terealisasi demi keberlanjutan regenerasi debater UNM,” tutupnya.(*)
*Reporter: Nur Syakika







