PROFESI-UNM.COM — Himpunan Mahasiswa (Hima) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar menggelar workshop advokasi dan riset. Langkah ini menjadi respons nyata para mahasiswa atas mandeknya pembenahan fasilitas di lingkungan kampus. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin (27-29/6).
Jenderal Lapangan, Muh. Saleh Ibrahim, membeberkan alasan di balik mandeknya proyek Gedung BU di FEB UNM. Pihaknya mengaku telah mengantongi informasi mengenai pengalihan fokus pembangunan oleh pihak birokrasi kampus. Hal inilah yang memicu kekecewaan mendalam di kalangan mahasiswa.
”Jadi kami pernah mendapat info bahwa pembangunan gedung BU itu sedang dialihkan ke pembangunan di Parangtambung. Kami sangat kecewa terhadap birokrasi kampus karena pembangunan BU pada hari ini tidak dilanjutkan,” ungkapnya
Ia kemudian mengungkapkan data ketimpangan yang sangat mencolok antara jumlah fasilitas kelas dengan total mahasiswa aktif di FEB. Selain itu, kondisi ini dinilai sudah tidak ideal lagi untuk menunjang proses perkuliahan yang kondusif.
”Di mana itu berjumlah 5.337 mahasiswa dan kelas hanya berjumlah 23 kelas. Ini sangat banyak mahasiswa, ketimpangannya sangat jelas. Kelas sedikit, banyak mahasiswa, dan kami sangat banyak menyumbangkan uang UKT kepada Universitas Negeri Makassar,” Ungkapnya.
Lebih lanjut, melalui implementasi workshop advokasi dan riset ini, Ia menargetkan sorotan yang lebih luas dari publik. Pihaknya ingin menyuarakan ketidakadilan fasilitas ini agar terdengar hingga ke level pembuat kebijakan tertinggi di pusat.
”Kami harap media-media di Makassar meliput kami. Supaya kami dilirik dan viral, sehingga ini tembus kepada Kementerian Sainstek,” harapnya.
Ketika menanggapi kemungkinan jika tuntutan mereka hanya sekadar birokrasi dengar tanpa ada tindakan nyata dari birokrasi. Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam. Pihaknya siap mengambil langkah yang lebih masif demi memperjuangkan hak-hak mereka.
”Kami akan melakukan aksi demonstrasi lagi dengan jumlah massa yang lebih banyak,” pungkasnya. (*)
*Reporter: Febrianingsih Alsa Putri








