PROFESI-UNM.COM – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) adalah lembaga tertua yang lahir sejak 1976. Namun, di balik usia dan namanya, terselubung banyak jejak sejarah.
Hingga kini Profesi masih menjaga sikap, budaya dan sejarah dari para pendahulunya.
Dalam video dokumenter bertajuk ‘Setengah Abad Berbicara’ Profesi menyajikan beberapa rekaman arsip yang menyimpan kisah sejarah. Salah satunya ialah Benny Subiantoro, tokoh yang membuat font logo khusus bagi Profesi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menilik biografinya, Benny Subiantoro lahir di Bondowoso, Surabaya pada tanggal 2 Mei 1952. Lahir dari pasangan Sudarti dan Supriyo masing-masing seorang seniman pelukis dan juga penari Madura.
“Ibunya bernama Sudarti yang juga memiliki kemampuan dalam bidang menggambar dan menari. Sedangkan Ayahnya, bernama Almarhum Supriyo memilki bakat seorang penari Madura,” jelas penulis Jurnal.
Sebelum dirinya menjadi mahasiswa jurusan Seni Rupa di Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang pada tahun 1975, sejak kecil ia menapaki pendidikan di Pulau Jawa.
“SD Arena Siswa Bondowoso tahun 1960, Pendidikan Sekolah Tingkat Pertama di SMP 2 Bondowoso, Tahun 1971 melanjutkan studi tingkat atasnya di SSRI (Sekolah Seni Rupa Indonesia) Yogyakarta,” kutipan jurnal.
Setelah ia bergabung menjadi mahasiswa IKIP Ujung Pandang, ia bertemu Abdullah Dola pendiri Profesi, yang meminta jasa Benny Subaintoro untuk membuat font Profesi.
Filosofi di Balik Font Profesi
Dalam video dokumenter ia menjelaskan 3 karakter utama yang menginsipirasinya yakni tunas bambu, tanaman aksia dan labu atau pakis. Dari ketiga karakter, Abdullah Dola bersama forum menyepakati menggunakan tulisan Profesi yang terinspirasi dari tumbuhan pakis.
“Saya ambil kafakter tebal tipis tebal tipis dari rebung, saya merenung lagi saya mencoba keluar dari kelas ada pohon akasia dengan huruf garis yang patah patah, yang terakhir dari karakter tanaman labu atau tanaman pakis, ini ternyata yang dipilih dari garis lengkung itu huruf kecil semua,” jelasnya dalam video dokumnter.
Hingga kini Profesi konsisten menjaga identitas sejak awal. Kini karya Benny Subiantoro masih terpanpang jelas dalam setiap karya tulisan, baik melalui web, tabloid juga suara di Profesi TV. (*)
*Reporter: Florencya Alnisa Christin







