PROFESI-UNM.COM — Himpunan Mahasiswa (Hima) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menggelar workshop advokasi dan riset sebagai respons nyata atas mandeknya pembenahan fasilitas kampus. Sabtu-Senin (27-29/6).
Ketua Panitia Workshop Syahrul Hidayat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk kepekaan mahasiswa, khususnya mahasiswa aktif Manajemen. Melalui metode yang dibarengi dengan praktik langsung agar dapat mengadvokasikan permasalahan sekitar mereka secara terstruktur melalui riset.
“Kami tidak ingin materi yang pemateri paparkan hanya masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri. Oleh karena itu, setelah penerimaan materi selesai, para peserta langsung fokus pada pengimplementasian atau praktik langsung di lapangan,” jelasnya
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 1.500 mahasiswa aktif di Jurusan Manajemen, dan mencapai 5.300 mahasiswa aktif di lingkup FEB. Namun, fasilitas ruang perkuliahan yang tersedia sangat tidak sebanding.
“Gedung BU saat ini hanya menyediakan kurang lebih delapan ruang kelas. Tentu ini sangat tidak cukup untuk menunjang kebutuhan 5.300 mahasiswa aktif kita,”ujarnya.
Mahasiswa merasa kondisi tersebut sangat ironis karena terjadi pada situasi beban Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mahal-mahal mahasiswa bayar. Mahasiswa merasa tidak mendapatkan fasilitas yang layak dan sebanding dari pihak birokrasi kampus atas biaya yang telah mereka bayar.
Syahrul Hidayat menegaskan perlunya reformasi dalam metode gerakan. Menurutnya, mahasiswa hari ini harus merumuskan bentuk aksi yang kreatif, penuh kreativitas, dan tidak monoton seperti aksi-aksi terdahulu agar memiliki dampak yang lebih kuat.
“Ketika mahasiswa melihat ada masalah di lingkungan sekitarnya, mereka bisa peka untuk melakukan riset yang matang, lalu menyuarakan hal tersebut,” tegasnya.(*)
*Reporter: Putri Salsabila







