PROFESI-UNM.COM – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keamanan Universitas Negeri Makassar (UNM) menyita sejumlah alat yang diduga sebagai senjata pada kericuhan yang terjadi Jumat (7/8) lalu. Penyitaan kemudian berlanjut pada Minggu (9/8).
Kepala UPT Keamanan UNM, Dahlan mengatakan, setelah mengamankan sejumlah senjata, pihaknya kembali menemukan bom rakitan di salah satu sekretariat Lembaga Kemahasiswaan (LK) Kampus Parang Tambung. Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai sekretariat LK yang menjadi lokasi temuan, Dahlan enggan menyebutkan secara spesifik.
“Bom molotov, katapel, busur, semua sudah kami sita dan serahkan ke pihak kepolisian. Untuk itu Bapak harus silent untuk menghindari meluasnya konflik, hanya pihak penyidik yang bisa memberikan keterangan,” katanya singkat, Minggu (9/8).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, barang-barang tersebut berbahaya karena dapat menjadi alat untuk membakar gedung.
“Barang seperti ini berbahaya, bisa membakar gedung,” terangnya.
Usai kericuhan, pihak keamanan UNM juga meningkatkan penjagaan di area Kampus II. Berdasarkan laporan hasil patroli pada 9 Agustus, tim keamanan menemukan kerusakan di beberapa titik.
Beberapa seperti empat kaca jendela pecah pada Gedung Bahasa Asing, pintu Gedung DH retak, coretan pada tembok, satu kaca pecah di Kelas 106 Gedung DG 1, sembilan kaca pecah di Sekretariat LK, dan satu kaca pecah di Sekretariat BEM FBS.
Terakhir, Dahlan menegaskan pihaknya akan mencegah konflik susulan dengan menggerakkan tim informan. Juga, melakukan patroli langsung, serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanan kampus.
“Sebagai Kepala UPT Keamanan UNM, saya akan memantau langsung di lapangan dan mengundang pihak kepolisian untuk pengamanan,” tegasnya. (*)
*Reporter: Florencya Alnisa Christin







