PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar sidang terbuka luar biasa dalam rangka pengukuhan guru besar Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS). Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Teater Menara Pinisi UNM, Senin (28/7).
Adapun guru besar yang dikukuhkan di antaranya Prof. Dr. Sukardi Weda, S.S., M.Hum., M.Pd., M.Si., M.M., M.Sos.I., M.A.P. (Bidang Bahasa dan Sastra Inggris), Prof. Dr. Drs. Abdullah, M.Hum. Prof. Dr. Syahril, M.Hum.; Prof. Dr. Juanda, S.Pd., M.Hum.; Prof. Dr. Azis, S.Pd., M.Pd.; dan Prof. Sultan Baa, S.S., M.Ed., Ph.D., masing-masing dari Bidang Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Bahasa.
Rektor UNM, Karta Jayadi, menyampaikan rasa bangga kepada para guru besar yang baru dikukuhkan dalam sambutannya. Ia mengapresiasi orasi ilmiah yang para profesor dari FBS sampaikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sungguh-sungguh sangat bangga dengan sosok para guru besar yang telah kita dengarkan orasinya baru saja,” ujarnya.
Rektor UNM mengaitkan momen pengukuhan dengan Dies Natalis ke-64 UNM dan memberikan simbolik menarik terkait angka “64”. Ia menjelaskan bahwa hari ini UNM mengukuhkan enam guru besar dari Fakultas Bahasa dan Sastra, lalu besok akan mengukuhkan empat guru besar dari Fakultas Teknik.
“Sebagai simbolik dari ulang tahun 64 UNM, bisa enggak 6 baru 4? Jadi hari ini 6, besok 4. Hari ini semua dari Fakultas Bahasa dan Sastra. Kemudian besok semuanya dari Fakultas Teknik, 4 orang. Jadi 64,” jelasnya.
Selanjutnya, mantan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan memberikan pesan reflektif kepada para profesor baru agar mereka tidak hanya menyimpan ilmu pada tataran teoritis atau ruang akademik. Ia mendorong mereka untuk menurunkan, menyebarkan, dan mengimplementasikan pengetahuan di tengah masyarakat.
“Jangan hanya menyimpan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan di langit, awan, atau buku, tetapi turunkanlah ilmu itu,” tegasnya.
Di akhir sambutan, mantan Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSD) juga menitipkan harapan agar para guru besar senantiasa menjaga integritas dan konsistensi sebagai penjaga nama baik institusi. Ia meminta seluruh hadirin dalam sidang terbuka tersebut untuk menjadi pengingat sekaligus pengawal amanah keilmuan para profesor.
“Kepada para profesor yang barusan dilantik, jadikan semua hadirin pada pengukuhan ini menjadi penjaga nama kita. Jangan sampai kita tidak lakukan sesuatu yang konsisten,” pesannya.
Sidang terbuka pengukuhan guru besar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-64 Universitas Negeri Makassar yang digelar sepanjang Juli hingga Agustus 2024. (*)
*Reporter: Hafid Budiawan







