Seminar Nasional Peringati Hari Bahasa Ibu, Soroti Pelestarian Bahasa Daerah

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 02:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Dekan FBS saat Memberikan Sambutan Pembukaan di Seminar Nasional, (Foto: Muhammad Syarif)

Potret Dekan FBS saat Memberikan Sambutan Pembukaan di Seminar Nasional, (Foto: Muhammad Syarif)

PROFESI-UNM.COM – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan seminar nasional memperingati hari Bahasa ibu Internasional. Kegiatan berlangsung secara luring bertempat di Gedung DG Lantai 2 dan daring pada aplikasi zoom, Selasa (24/02).

Anshari selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) dalam sambutannya menuturkan secara alamiah bahasa terbentuk dari interaksi lingkungan sekitar

“Bahasa Ibu, secara istilah, itu berarti bahasa pertama yang manusia kuasai sejak lahir. Juga, itu menjadi secara alami melalui interaksi luar dan masyarakat di sekitarnya” tuturnya.

Terkait kekayaan linguistik, Anshari menambahkan bahwa Sulawesi Selatan memiliki sekitar 14 bahasa yang diakui, termasuk bahasa Makassar, Bugis, Toraja, hingga Mandar.

“Sulawesi Selatan ini kita memiliki bahasa sekitar 14 yang diakui, terkhususnya adalah bahasa Makassar dan bahasa Bugis. Ada bahasa Toraja, bahasa Mandar, bahasa Singko, dan seterusnya” tambahnya.

Salah satu kendala yang Dekan FBS soroti itu adalah ketersediaan tenaga pengajar profesional. Ia mengungkapkan bahwa banyak pengajar bahasa daerah saat ini tidak memiliki latar belakang pendidikan linier.

“Di beberapa sekolah itu pengajar bahasa daerah bukan berlatar pendidikan bahasa makassar atau pendidikan bahasa bugis” ungkapnya.

Baca Juga Berita :  Raih IPK 3,98 Nur Alima Jadi Wisudawan Terbaik FT

Terakhir Anshari dalam menutup sambutannya mengajak Generasi Z untuk aktif mempertahankan bahasa daerah agar tidak punah. Selain itu, berharap semangat kepedulian terhadap bahasa daerah tetap lestari demi menjaga kekayaan budaya Indonesia.

“Bahasa itu akan hilang punah kalau penuturnya tinggalkan. Kita generasi muda ini, generasi Z harus tetap kuat mempertahankan bahasa daerah yang kita tahu bahwa Indonesia ini sangat kaya dengan bahasa daerah. (*)

*Reporter: Muhammad Syarief

Berita Terkait

WD Tiga FISH Buka Workshop Entrepreneur, Tekan Angka Pengangguran Lulusan
Plt Rektor Apresiasi Rekam Jejak Alumni
Mapala Teknisi Buka Diksar Usung Metode Santai dan Interaktif
Satgas PPK UNM Resmi Buka Pendaftaran dan Seleksi Anggota Periode 2026 – 2028
Bukan Kurang Iman, Seminar Nasional Bahas Amigdala Sebagai Pemicu Stres
UNM Siapkan Strategi Baru Hadapi PKM 2026
Pendidikan Sosiologi FIS-H UNM Gelar Kuliah Tamu
Pascasarjana TP UNM dan ULM Jalin Kerja Sama, Dorong Mahasiswa Jadi Edutechnopreneur
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 13:19 WITA

WD Tiga FISH Buka Workshop Entrepreneur, Tekan Angka Pengangguran Lulusan

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:45 WITA

Plt Rektor Apresiasi Rekam Jejak Alumni

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:51 WITA

Mapala Teknisi Buka Diksar Usung Metode Santai dan Interaktif

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:22 WITA

Satgas PPK UNM Resmi Buka Pendaftaran dan Seleksi Anggota Periode 2026 – 2028

Sabtu, 28 Februari 2026 - 09:45 WITA

Bukan Kurang Iman, Seminar Nasional Bahas Amigdala Sebagai Pemicu Stres

Berita Terbaru

Potret Tim Hukum Bisnis pada Ajang Lomba Essay Competition (Foto: Ist.)

Prestasi

Tim Mahasiswa Hukum Bisnis Raih Prestasi Essay Competition

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:57 WITA

Kondisi Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik yang hingga kini Mangkrak dan Tak Terurus, (Foto: Hafid Budiawan)

Fakultas Teknik

Satu Dekade Mangkrak, Kelanjutan Proyek Lab Terpadu FT Masih Menggantung

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WITA

Potret Salah Satu Pementasan Drama, (Foto: Muhammad Yusran)

Kilas Kampus

Mahasiswa JBSI Gelar Pentas Drama Tahunan

Senin, 18 Mei 2026 - 18:50 WITA