PGSD Mengabdi Hadirkan Aksi Nyata Pengabdian Pendidikan di Dusun Dunru

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 18:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret pamflet PGSD Mengabdi, (Foto: Int.)

Potret pamflet PGSD Mengabdi, (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM — Program PGSD Mengabdi akan segera dilaksanakan sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 6–15 Januari 2026 di Dusun Dunru, Desa Pattiongi, Kecamatan Patimpeng. Program tersebut terbuka bagi mahasiswa aktif PGSD Bone, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM). Sabtu (3/1).

PGSD Mengabdi hadir sebagai ruang bagi mahasiswa untuk berbagi, belajar, dan terjun langsung mengabdi kepada masyarakat dengan menitikberatkan pada bidang pendidikan. Hal ini sejalan dengan latar belakang mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik yang dituntut memiliki kepekaan sosial serta kemampuan beradaptasi di tengah keterbatasan.

PGSD Hadirkan Aksi Nyata Pendidikan di Dusun Dunru

Salah satu panitia PGSD Mengabdi, Syasya, menjelaskan bahwa sasaran kegiatan tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi juga mencakup masyarakat sekitar. Meski demikian, pendidikan tetap menjadi fokus utama program.

“Fokus kami memang pada sekolah karena kami berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan. Namun, kami tidak mengabaikan masyarakat sekitar. Kami melihat kekurangan apa saja yang bisa kami bantu agar kehadiran kami benar-benar bermanfaat, tidak hanya dalam aspek pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syasya menilai bahwa PGSD Mengabdi memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pendidik. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa menerima pembekalan dengan mengembangkan empati, tanggung jawab, serta kemampuan berkomunikasi dengan anak-anak dan masyarakat, khususnya di wilayah pelosok yang memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan.

“Sekolah di daerah terpencil tentu memiliki fasilitas yang jauh berbeda dengan sekolah di perkotaan. Di situlah kami berupaya menciptakan ruang kelas yang tetap bermakna meskipun dengan sarana terbatas. Mahasiswa belajar mengajar, mengelola kelas, serta beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda,” jelasnya.

Kegiatan ini juga dinilai selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tidak hanya pada aspek pengabdian, tetapi juga pembelajaran dan penelitian. Dengan demikian, PGSD Mengabdi menjadi pengalaman berharga dalam membentuk kompetensi pendidik yang profesional dan berintegritas.

Baca Juga Berita :  Semangat Fastabiqul Khairat, IMM FEB UNM Tebar Manfaat di Kampung Pandang

Mengusung tema “Mengabdi Sementara, Bermakna Selamanya”, Syasya berharap pengabdian yang berjalan dalam waktu singkat mampu memberikan dampak jangka panjang. Dan juga dapat meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Pengabdian ini kami lakukan dengan tulus dan ikhlas agar mahasiswa, panitia, maupun masyarakat merasakan manfaatnya dalam waktu lama,” tuturnya.

Panitia berharap kegiatan PGSD Mengabdi dapat memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, meningkatkan empati dan tanggung jawab sosial. Selain itu, membuka kesadaran bahwa masih banyak daerah terpencil dengan keterbatasan fasilitas, namun memiliki semangat belajar yang tinggi. Semoga program ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa PGSD untuk terus mengabdi dan tumbuh menjadi pendidik yang berintegritas di masa depan. (*)

*Reporter: Yuliana
*Editor: Muh Apdal Adriansyah

Berita Terkait

FABU Buka Pendataan Status Monev Alumni
Aliansi Mahasiswa Soroti Program MBG, Nilai Kebijakan Belum Menjawab Kebutuhan
Lewat Pena, MP Ekolibrium Dorong Lahirnya Peneliti Muda yang Kritis dan Berdampak
Mahasiswa BK Gagas Twin Classroom Passport dalam Ajang Indonesia-Singapore Essay Competititon 2026
Wisuda Periode Juni 2026, Plt Rektor Ajak Lulusan Jadi Pembelajar Sejati
Mengenal Dunia Perkuliahan bagi Mahasiswa Baru 2026
Kolaborasi Strategis UNM dan BRIN untuk Kemajuan Riset Indonesia 2045
Euforia Piala Dunia Waktu Untuk Mahasiswa lepas Penat
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:18 WITA

FABU Buka Pendataan Status Monev Alumni

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:15 WITA

Aliansi Mahasiswa Soroti Program MBG, Nilai Kebijakan Belum Menjawab Kebutuhan

Senin, 22 Juni 2026 - 23:22 WITA

Lewat Pena, MP Ekolibrium Dorong Lahirnya Peneliti Muda yang Kritis dan Berdampak

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:27 WITA

Mahasiswa BK Gagas Twin Classroom Passport dalam Ajang Indonesia-Singapore Essay Competititon 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:50 WITA

Wisuda Periode Juni 2026, Plt Rektor Ajak Lulusan Jadi Pembelajar Sejati

Berita Terbaru

Ilustrasi Mahasiswa yang sedang sosialisasi dengan warga, (Foto: AI.)

wiki

Hal yang Sering Menjadi Kendala Mahasiswa Saat KKN

Jumat, 3 Jul 2026 - 23:39 WITA

Ilustrasi seseorang yang sedang flu akibat cuaca perubahan cuaca, (Foto: AI.)

wiki

Perubahan Suhu Udara Tingkatkan Risiko Flu

Jumat, 3 Jul 2026 - 23:28 WITA