[OPINI] PAUD itu Fondasi, Tapi Kok Sering Dianggap Main-Main

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Muh. Syawal, (Foto: Ist.)

Potret Muh. Syawal, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kerap disebut sebagai fondasi pendidikan. Istilah “Golden Age” hampir selalu berbunyi di dalam pidato soal pendidikan. Namun, di balik narasi ada ironi yang jarang dibicarakan, guru PAUD justru sering berada di posisi paling rentan dalam sistem pendidikan.

Guru PAUD selalu dipuji dalam pidato maupun hari besar, tapi masih kurang diperhitungkan dalam kebijakan nyata. Mereka dituntut profesional, sabar, kreatif dan mampu memahami perkembangan anak, sementara kesejahteraan dan status kerja masih jauh dari kata layak. Fondasi dianggap penting tetapi penopangnya dibiarkan rapuh.

Andai kalian tau, guru PAUD bukan sekadar mengajar sambil bermain. Mereka membentuk karakter awal anak, melatih emosi, serta menjadi penghubung antara keluarga dan dunia pendidikan. Namun, profesi ini sering diasumsikan sebagai pekerjaan pendamping, bukan pendidik profesional. Cara pandang ini menormalisasi ketimpangan yang terjadi.

Tuntutan terhadap guru PAUD meningkat, tapi dukungan berjalan di tempat. Mereka perlu menyelaraskan kurikulum dan teknologi di tengah arus globalisasi, serta berdedikasi tinggi di tengah tekanan ekonomi. Kritik harusnya diarahkan ke sistem yang gemar nuntut tanpa memperhatikan.

Dampak tidak pernah berhenti kepada guru. Ketika kesejahteraan dan kualitas pendidik PAUD diabaikan, ketimpangan pendidikan dimulai sejak dini. Anak-anak dari keluarga mampu tetap memperoleh layanan berkualitas, sementara yang lain harus puas dengan keadaan seadanya. Apakah ini yang namanya keadilan?.

Baca Juga Berita :  [OPINI] Saat Keinginan Kalah oleh Ketetapan, di situlah Ada Rasa Syukur

Sayangnya, kebijakan pendidikan selalu berfokus pada angka partisipatif dan laporan administratif. Lembaga PAUD bertambah, tetapi perhatian terhadap guru tertinggal. Pendidikan seolah dipahami sebagai bangunan dan program, bukan manusia yang hidup di dalamnya.

Jika PAUD betul diyakini sebagai fondasi pendidikan, maka keberpihakan pada guru PAUD harus lebih dari sekadar slogan. Menguatkan PAUD berarti menguatkan gurunya, melalui kebijakan, kesejahteraan dan pengakuan profesional. Tanpa itu, fondasi yang terus dipuji justru hanya akan menjadi bagian paling rapuh dari sistem pendidikan. (*)

*Penulis: Muh. Syawal

Berita Terkait

Patriarki dalam Lembaga Kemahasiswaan UNM: Menggugat Ilusi Kesetaraan
[OPINI] Menara Pinisi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras
[OPINI] Perempuan dalam Cengkeraman Patriarki: Telaah Teologis Kritis atas Teks Alkitab
[OPINI] Pendidikan Layak: Hak Dasar yang Berubah Menjadi Barang yang Mewah
Quo Vadis Lembaga Kemahasiswaan : Masih Relevankah?
[OPINI] Ekoteologi Berkemajuan: Membumikan Ajaran Islam dan Kearifan Lokal Makassar untuk Kelestarian Alam
[OPINI] Menelanjangi Egoisentrisme Negara dalam Labirin Pendidikan Nasional
[OPINI] Pendidikan yang Kehilangan Makna di Balik Selembar Ijazah

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 16:08 WITA

Patriarki dalam Lembaga Kemahasiswaan UNM: Menggugat Ilusi Kesetaraan

Rabu, 1 April 2026 - 20:04 WITA

[OPINI] Menara Pinisi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras

Kamis, 26 Februari 2026 - 05:59 WITA

[OPINI] Perempuan dalam Cengkeraman Patriarki: Telaah Teologis Kritis atas Teks Alkitab

Senin, 23 Februari 2026 - 01:07 WITA

[OPINI] Pendidikan Layak: Hak Dasar yang Berubah Menjadi Barang yang Mewah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:38 WITA

Quo Vadis Lembaga Kemahasiswaan : Masih Relevankah?

Berita Terbaru

Potret Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan Saat Mengukuhkan Angkatan 2024, (Foto: Muh Apdal Adriansyah)

Fakultas Ilmu Pendidikan

Justicia Warnai Inaugurasi Mahasiswa Teknologi Pendidikan 2024

Senin, 20 Apr 2026 - 20:51 WITA

Surat Edaran tentang Pelaksanaan UTBK-SNBT UNM 2026, (Foto: Int)

Tak Berkategori

Aktivitas Kampus Sementara Dihentikan Selama UTBK-SNBT 

Senin, 20 Apr 2026 - 19:34 WITA

Potret Andi Nabila Aini A. Wisudawan terbaik FSD periode April 2026, (Foto: Ist).

Fakultas Seni dan Desain

Wisudawan Terbaik FSD Tekankan Pentingnya Manajemen Waktu dalam Berkarya

Senin, 20 Apr 2026 - 19:20 WITA