[OPINI] Makassar dan Wajah Gerakan Sektoral

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 23:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasrul, Press BEM U 2024/2025 (Foto: Ist)

Hasrul, Press BEM U 2024/2025 (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Sejarah panjang bangsa Indonesia tidak pernah terlepas dari peran penting sekelompok intelektual yang disebut sebagai Mahasiswa. Mulai dari upaya melakukan kesadaran ditataran akar rumput, hingga membangun gerakan kolektif dijalan-jalan perjuangan. Tentu dari serangkaian catatan yang tertulis dalam sejarah, satu hal yang menjadi pondasi utama yaitu persatuan.

Persatuan menjadi kekuatan untuk memperjuangkan kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan, dan meletakkan keberpihakan pada rakyat yang tertindas. Meski tidak bisa dimungkiri bahwa Negara Indonesia adalah tanah air yang dibangun dari berbagai macam latar belakang suku, ras, agama, budaya dan bahasa. Namun perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang untuk berada pada satu titik perjuangan yang sama.

Tentu gerakan mahasiswa adalah gerakan moral yang mengutamakan subtansi daripada eksistensi. Karena berangkat dari kesadaran yang sama bahwa terjadi ketimpangan dan penindasan dimana-mana. Sehingga seharusnya dari kesadaran dalam memandang kenyataan tersebut menjadi titik awal dari berbagai kelompok merembukkan gagasan dan menyusun metodologis gerakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun dewasa ini, khususnya dalam gerakan mahasiswa yang terbangun di Kota Makassar justru terlihat masih sangat jauh dari cita ideal penyatuan api perjuangan. Tepatnya pada aksi demonstrasi yang berlangsung tentang isu pembubaran DPR hingga respon bentuk solidaritas terhadap meninggalnya Ojol di Jakarta akibat terlindas mobil rantis aparat kepolisian.

Baca Juga Berita :  Kemajuan Audit Internal dengan Aplikasi A Quality

Salah satu kenyataan bahwa jauhnya cita penyatuan gerakan yang terpampang dilapangan karena berbagai kelompok enggan untuk satu titik api perjuangan meskipun berada pada tempat yang sama dalam menyuarakan aspirasi. Dari terbentuknya lingkaran-lingkaran yang memberi sekat antar kelompok sangat memberi kesan gerakan sektoral. Padahal peristiwa yang terjadi belakangan ini seharusnya menjadi momentum untuk melakukan rekonsoliasi gerakan di Kota Makassar.

Gerakan moral mahasiswa yang seharusnya mengutamakan subtansi justru terlihat hanya menunjukan eksistensi masing-masing almamater dan warna organisasi. Dimana titik api antara Almamater Orange, Hijau, Biru Navi dan beberapa warna yang berasal dari berbagai kampus dan organisasi justru membangun panggung pertunjukannya sendiri. Seakan-akan gerakan hanyalah sebatas ajang kompetisi dan saling unjuk gigi.

Meskipun tidak dapat dimungkiri bahwa akan selalu ada perbedaan ideologis, perbedaan metologi gerakan yang ditawarkan, maupun perbedaan cara pandang tentang isu yang berkembang. Namun perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi penghalang untuk duduk berembuk bersama dalam satu ruang konsolidasi, karena jika memang berangkat pada satu kesadaran yang sama bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan harus bergerak karena terjadi ketimpangan,kesewenang-wenangan,penindasan dan berbagai problematika kebangsaan lainnya maka sebuah keniscayaan untuk berkompromi terhadap perbedaan ideologis dan tawaran metodologis.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa FSD UNM Sabet Dua Juara Seni Tingkat Nasional

Maka PR para aktor intelektual dimasing-masing kelompok hari ini bertanggung jawab untuk saling menjahit simpul dan merapatkan barisan perjuangan. Sebab gerakan yang kaku dan sektoral sangat mudah patah dan dipecah belah. Pada setiap aksi demonstrasi kalimat “Mahasiswa Bersatu Tak Bisa Dikalahkan” sering diteriakkan secara lantang dan dengan nada bergetar membakar semangat. Maka seharusnya spirit persatuan menjadi nafas perjuangan dalam gerakan, bukan hanya sebatas jargon ditengah kerumunan. Sebab saya percaya bahwa penyatuan dalam gerakan kolektif dari berbagai kelompok dan kalangan adalah kekuatan yang sangat besar yang dapat meronrong kekuasaan.

Penulis: Hasrul

Berita Terkait

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 
[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi
[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis
[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.
[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan
[OPINI] Saat Pendidikan Kehilangan Mata Air Kemanusiaan: Sekolah yang Sibuk Mengukur, Tapi Lupa untuk Memeluk.
[ OPINI ] Ketika Pengabdian Guru Dijadikan Alasan untuk Membiarkan Ketidakadilan
[OPINI] Metafora Analitis Hukum Newton III dan Psikologi Kebijakan: Setiap Aksi Negara Melahirkan Reaksi Manusia
Berita ini 373 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05 WITA

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WITA

[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi

Senin, 8 Juni 2026 - 20:27 WITA

[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:32 WITA

[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:12 WITA

[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan

Berita Terbaru

Flyer Pemilihan Duta Kampus 2026 Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar, (Foto: Int.)

Fakultas Psikologi

Pemilihan Duta Kampus Fakultas Psikologi 2026 Dibuka untuk Mahasiswa

Minggu, 28 Jun 2026 - 23:07 WITA

Potret Penyerahan Hadiah Juara Kepada Tim Lokalabs, (Foto: Ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Raih Juara 1, Tim Lokalabs Sebut Penentuan Konsep Jadi Tantangan Awal APBISDI 2026

Minggu, 28 Jun 2026 - 23:00 WITA

Pamflet Pendaftaran Olympic Of Statistics 2026, (Foto: Ist.)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Pendaftaran Gelombang II Olympic of Statistics 2026 Resmi Dibuka

Minggu, 28 Jun 2026 - 22:48 WITA

Pengumuman Pemenang Juara 1 Kategori UI/UX Design Ajang APBISDI 2026, (Foto: Ist)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Tim Lokalabs Prodi Bisnis Digital Raih Juara 1 UI/UX Design APBISDI 2026

Sabtu, 27 Jun 2026 - 23:13 WITA