[OPINI] Chat GPT: Mempermudah Sekaligus Melumpuhkan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 9 Januari 2024 - 15:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Penulis, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Dalam teori Dromologi Budaya, keberadaan Chat GPT bisa diartikan sebagai wujud perubahan kecepatan dan metode komunikasi dalam kehidupan mahasiswa/i. Dromologi budaya merujuk pada kajian tentang percepatan perkembangan teknologi serta dampaknya terhadap cara kita menyadari, berinteraksi, dan mengonsumsi informasi.

Dalam hal ini, Chat GPT berfungsi sebagai agen kecepatan dalam lingkup akademis mahasiswa/i. Dengan kemampuannya memberikan informasi seketika dan panduan, Chat GPT menciptakan perubahan yang signifikan dalam dinamika pembelajaran mahasiswa/i. Proses mendapatkan bantuan atau informasi yang sebelumnya memakan waktu dan usaha tambahan, kini dapat dilaksanakan dengan cepat dan efisien melalui interaksi langsung dengan Chat GPT.

Mahasiswa/i tidak lagi terikat oleh batasan waktu maupun tempat dalam memperoleh bantuan akademis. Mereka dapat mengajukan pertanyaan kapan saja dan di mana saja, mempercepat langkah penelitian, penyusunan tugas, dan pemahaman materi perkuliahan. Fenomena ini menciptakan pengalaman baru dalam pembelajaran yang lebih cepat dan terhubung. Hal ini mencerminkan perubahan budaya dalam cara mahasiswa/i memperoleh pengetahuan.

Namun di sisi lain, Chat GPT, dengan keunggulannya dalam memberikan respon seketika, dapat menciptakan kecenderungan ketergantungan terhadap informasi yang dapat diakses dengan cepat dan mudah. Mahasiswa/i berimplikasi akan cenderung mengandalkan respon cepat tersebut tanpa mengembangkan keterampilan dalam menyaring atau mengevaluasi informasi secara teliti. Risiko utamanya adalah kurangnya kemampuan untuk memilah informasi yang relevan dan akurat dari yang tidak relevan atau bahkan disinformasi. Oleh karena itu, meskipun Chat GPT menyajikan akses instan ke informasi, pertanyaannya adalah sejauh mana mahasiswa/i dapat mengolah dan menganalisis informasi tersebut secara hati-hati.

Paul Virilio dalam teori Dromologinya, mengatakan bahwa perkembangan teknologi sering kali menimbulkan masalah dan dampak negatif yang sangat signifikan, sehingga masyarakat secara tidak sadar tergilas dalam percepatan teknologi itu sendiri. Dalam konteks ini, jawaban instan yang diberikan oleh Chat GPT berimplikasi akan membuat mahasiswa/i kurang terdorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Evaluasi informasi, analisis mendalam, dan sintesis pengetahuan menjadi terabaikan ketika mahasiswa mengandalkan jawaban instan tanpa usaha pemikiran yang lebih mendalam.

Baca Juga Berita :  Delegasi UNM Raih Juara 1 Lomba Debat Kepemudaan Kalla Youth Fest

Pada akhirnya, keberadaan Chat GPT mengakibatkan kelumpuhan aspek kognitif mahasiswa/i, karena akan berjalan di realitas kebudayaan serba instan yang mengutamakan efisiensi dan efektivitas. Hal ini menggantikan kebutuhan untuk pemikiran kritis dan analitis dengan solusi serba instan, merugikan perkembangan intelektual mereka. Dalam lingkungan yang menekankan kenyamanan dan kecepatan, mahasiswa/i cenderung kehilangan peluang untuk mengembangkan keterampilan berpikir mendalam dan kreativitas.

Dalam Psikoanalisis Freudian terdapat konsep Super-Ego sebagai suatu aturan untuk menekan Id atau hasrat manusia. Dengan kata lain, Negara perlu mengambil langkah atau keputusan untuk memblokir platform Chat GPT. Tidak ada jalan lain, sekalipun wacana-wacana tentang etika dalam penggunaan teknologi terus disodorkan oleh berbagai pihak, sebab dalam teori Psikoanalisis Lacan bahwa subjek memiliki hasrat yang terus-menerus mencari kenyamanan untuk memenuhi segala kekurangan atas dirinya sendiri. (*)

*Penulis Adalah Nurthasya Fitriana, Jurusan Sosiologi Angkatan 2022, Staf Bidang Advokasi Hima Sosiologi Periode 2023

Berita Terkait

[OPINI] Di Persimpangan Pilrek UNM: Catatan Kami Dari LK FIS-H
[OPINI] Ketika Penjaga Konstitusi Dipertanyakan: Mufak LK FIP di Ambang Kehilangan Legitimasi
[OPINI] Kampus Adalah Arena, Masa Depan Sedang Dipertaruhkan
[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 
[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi
[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis
[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.
[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan
Berita ini 247 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:46 WITA

[OPINI] Di Persimpangan Pilrek UNM: Catatan Kami Dari LK FIS-H

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:36 WITA

[OPINI] Ketika Penjaga Konstitusi Dipertanyakan: Mufak LK FIP di Ambang Kehilangan Legitimasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:35 WITA

[OPINI] Kampus Adalah Arena, Masa Depan Sedang Dipertaruhkan

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05 WITA

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WITA

[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi

Berita Terbaru

Foto bersama setelah praktik gosok gigi, (Foto: Ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

P2M MP Ekolibrium FEB Gelar Edukasi PHBS dan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Selasa, 4 Agu 2026 - 23:38 WITA

Nurul Izza korban selamat KMP Mutiara Sentosa 02 saat Video Call dengan Keluarganya, (Foto: Int)

Korban Kebakaran KMP

Selamat dari Kebakaran Kapal, Mahasiswa UNM Tiga Jam Terombang-ambing

Selasa, 4 Agu 2026 - 23:32 WITA

Potret Foto bersama MP Ekolibrium FEB dan pelaku UMKM dalam kegiatan Pelatihan Legalitas Usaha dan Sertifikasi Produk, (Foto: Ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

P2M MP Ekolibrium FEB Latih Legalitas Usaha UMKM Bulutana

Selasa, 4 Agu 2026 - 23:27 WITA

Suasana Pembukaan ANALISIS IX HMJ Statistika FMIPA di Ruang Rapat Lt.3 Gedung Menara FMIPA UNM, (Foto: Ist.)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Alihkan Liburan untuk Pengabdian,  HMJ Statistika Raih Apresiasi

Selasa, 4 Agu 2026 - 23:11 WITA