PROFESI-UNM.COM – Tim Deadlinerz dengan inovasi NaMori Flour meraih Juara 2 Early Stage Business Plan Nasional Lontara 2026. Tim ini terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Akuntansi S1 Universitas Negeri Makassar (UNM), yakni Muhammad Anugrah Azhary selaku ketua, serta Nur Milda Handayani dan Salwa Nabilah Assidiq sebagai anggota, dengan bimbingan dosen Febrina Nur Ramadhani.
Salwa Nabilah Assidiq, salah satu anggota tim sekaligus pengusul ide NaMori Flour mengungkapkan bahwa gagasan bisnis tersebut berangkat dari tema kompetisi Green Tech Revolution: Membangun Masa Depan dengan Teknologi Cerdas serta keresahan terhadap limbah biji nangka yang belum termanfaatkan secara optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di sekitar rumah saya ada penjual nangka kupas, tapi bijinya hanya jadi sampah. Dari situ saya berpikir bagaimana kalau biji nangka kita olah saja. Setelah riset, ternyata biji nangka punya karbohidrat tinggi dan aman kita jadikan bahan baku tepung,” ungkapnya.
Mahasiswa Akuntansi UNM Juara 2 Nasional
Ide tersebut kemudian dikembangkan dengan mengombinasikan biji nangka dan daun kelor yang kaya nutrisi sebagai alternatif tepung konvensional. Menurut Salwa, NaMori Flour hadir sebagai produk berbahan lokal yang lebih sehat, rendah gluten, bernutrisi tinggi, serta ramah bagi pencernaan dengan harga terjangkau sekitar Rp18.000 per kilogram.
Selain dari segi bahan, keunggulan NaMori Flour juga terletak pada penerapan teknologi smart packaging berbasis QR code. Melalui QR code pada kemasan, konsumen dapat mengakses informasi mengenai alur produksi, manfaat produk, hingga penerapan konsep green accounting sebagai bentuk transparansi dan edukasi.
Dalam proses persiapan lomba, Salwa mengungkapkan bahwa tim menghadapi berbagai tantangan. Tantangan terutama saat penyusunan proposal yang dikerjakan dalam waktu singkat hingga mendekati tenggat waktu. Bahkan, proposal dikumpulkan hanya 30 menit sebelum deadline, yang kemudian menginspirasi nama tim “Deadlinerz”.
Setelah meraih prestasi ini, tim Deadlinerz berharap NaMori Flour dapat terus dikembangkan dari tahap prototipe menjadi produk yang siap dipasarkan secara luas.
Menutup wawancara, Salwa berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu untuk mencoba dan mengembangkan ide.
“Jangan pernah takut untuk mencoba. Sekecil apa pun ide yang kita miliki, selama membawa kebermanfaatan dan ada keberanian untuk mengembangkannya, itu jauh lebih baik daripada tidak melangkah sama sekali,” pesannya. (*)
*Reporter: Rosdiana / Editor: Hafid Budiawan







