Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 18 April 2025 - 09:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mendonorkan darah, (Foto: Int.)

Ilustrasi mendonorkan darah, (Foto: Int.)

Ilustrasi mendonorkan darah, (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Ketika kamu mendonorkan darah mu, tentunya memiliki dampak besar, tidak hanya bagi penerima darah, tetapi juga bagi pendonornya. Namun, di balik tindakan mulia ini, terdapat pula berbagai manfaat kesehatan bagi pendonor yang sering kali belum banyak diketahui masyarakat.

Salah satu manfaat utama donor darah adalah menjaga kesehatan jantung. Ketika seseorang mendonorkan darah secara teratur, tubuh akan mengurangi kadar zat besi berlebih dalam darah. Kelebihan zat besi bisa meningkatkan risiko stres oksidatif yang merusak pembuluh darah dan memicu penyakit jantung. Dengan menjaga kadar zat besi tetap seimbang, risiko terkena serangan jantung dan stroke dapat menurun secara signifikan.

Selain itu, donor darah juga membantu dalam proses regenerasi sel darah. Setelah mendonorkan darah, tubuh akan merespons dengan memproduksi sel darah baru untuk menggantikan yang hilang. Proses ini akan merangsang sumsum tulang untuk bekerja lebih aktif, sehingga sistem peredaran darah tetap sehat dan segar. Secara tidak langsung, hal ini meningkatkan metabolisme tubuh dan memberi efek positif pada stamina serta kebugaran.

Manfaat lain adalah deteksi dini terhadap penyakit. Sebelum melakukan donor darah, pendonor wajib menjalani pemeriksaan kesehatan ringan, termasuk pengukuran tekanan darah, hemoglobin, serta skrining terhadap penyakit menular seperti HIV, hepatitis B dan C, dan sifilis. Proses ini memungkinkan seseorang untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara berkala, bahkan mungkin mengetahui adanya gangguan kesehatan sejak dini.

Musim Hujan Tak Halangi Kuliah

Dari sisi psikologis, donor darah juga memberikan kepuasan batin. Tindakan membantu sesama tanpa pamrih bisa meningkatkan rasa empati, kepedulian sosial, serta memberi rasa bahagia karena telah berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa orang lain. Banyak penelitian menunjukkan bahwa tindakan altruistik seperti ini berkaitan dengan peningkatan suasana hati, penurunan stres, serta rasa bangga dan percaya diri yang lebih tinggi.

Baca Juga Berita :  Bahaya Microsleep bagi Keselamatan dan Kesehatan Pengguna Jalan

Secara sosial, donor darah mempererat solidaritas antaranggota masyarakat. Kegiatan donor darah massal sering kali menjadi ajang kebersamaan dan saling mendukung dalam membangun masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab. Ini juga menjadi contoh nyata bahwa setiap orang bisa memberi manfaat besar bagi orang lain tanpa harus memiliki kekayaan atau kekuasaan.

Meskipun memiliki banyak manfaat, ada beberapa hal penting. Donor darah harus dilakukan oleh orang yang sehat, dengan jeda waktu yang sesuai (biasanya setiap 2–3 bulan sekali). Proses ini aman dan diawasi oleh tenaga medis profesional, sehingga risiko yang mungkin timbul sangat kecil.

Dengan banyaknya manfaat yang bisa diperoleh, baik secara fisik, emosional, maupun sosial, sudah seharusnya donor darah menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan peduli sesama. Karena sejatinya, menyumbangkan darah adalah menyumbangkan harapan dan kehidupan bagi mereka yang membutuhkannya. (*)

*Reporter: Firmansyah

Berita Terkait

Cara Mahasiswa Mengatasi Frustrasi Saat Dikejar Laporan
Mahasiswa Baru Wajib Tahu, Begini Etika Ngechat Dosen
Bahaya Microsleep bagi Keselamatan dan Kesehatan Pengguna Jalan
Begadang dan Deadline Jadi ‘Teman’ Mahasiswa di Akhir Semester
Pengaruh Beauty Content TikTok terhadap Kepercayaan Diri Remaja
Kebiasaan Menunda Tugas Masih Jadi Masalah Mahasiswa
Kenali Pengaruh Gaya Hidup terhadap Kesehatan yang Perlu Diketahui
Psikologi Warna dan Makna Mendalam di Balik Spektrum Visual
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:03 WITA

Cara Mahasiswa Mengatasi Frustrasi Saat Dikejar Laporan

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:54 WITA

Mahasiswa Baru Wajib Tahu, Begini Etika Ngechat Dosen

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:51 WITA

Bahaya Microsleep bagi Keselamatan dan Kesehatan Pengguna Jalan

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:42 WITA

Begadang dan Deadline Jadi ‘Teman’ Mahasiswa di Akhir Semester

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:15 WITA

Pengaruh Beauty Content TikTok terhadap Kepercayaan Diri Remaja

Berita Terbaru

Sesi foto bersama dalam agenda pelatihan penulisan berita dan persuratan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:50 WITA

Potret Fachruddin Palapa saat memberikan materi, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

Perkuat Keterampilan Jurnalistik, FT Latih Mahasiswa Penulisan Berita

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:40 WITA

Foto Muh. Syekh Mikail Attahillah Ketua Formatur HMPS Pendidikan Sosiologi, (Foto: Ist.)

Formatur Ketua Umum

HMPS Pendidikan Sosiologi Tetapkan Ketua Formatur Baru di Mubes XV

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:36 WITA

Potret Pimpinan Jurusan, Prodi, dan Fakultas FISH (Foto: Int.)

Pendidikan Sejarah

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Gelar Pameran Budaya Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:04 WITA

E-TABLOID 295

Tabloid

E-TABLOID 295

Senin, 11 Mei 2026 - 23:02 WITA