PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengikuti kegiatan Asistensi Mengajar di SMPN 4 Sungguminasa sejak Rabu (4/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberi kesempatan mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran di sekolah.
Salah satu mahasiswa peserta, Andi Nurul Ilmi, mengungkapkan bahwa ia merasa senang dan bahagia selama mengikuti asistensi mengajar. Ia menilai proses administrasi dan perizinan dari prodi PBSI berjalan dengan baik sehingga memudahkan mahasiswa untuk fokus pada kegiatan di sekolah.
“Mulai dari masa observasi sampai hari ini, alhamdulillah saya merasa senang dan bahagia sekali. Proses pemasukan berkas SIM-MBKM dan surat izin sangat dimudahkan oleh prodi PBSI,” ujarnya.
Ilmi juga menyampaikan bahwa pihak sekolah memberikan sambutan yang sangat baik. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta guru-guru menerima mahasiswa asistensi mengajar dengan penuh penghargaan dan sikap terbuka.
“Bahagia karena sekolah yang kami tempati sebaga lokasi asistensi mengajar menerima dan menghargai kami dengan sangat baik,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa asistensi mengajar memiliki tanggung jawab baik dari pihak kampus maupun sekolah. Dari kampus, mahasiswa diwajibkan mengisi logbook harian di SIM-MBKM serta tetap mengikuti perkuliahan daring yang telah ditetapkan.
Sementara itu, tugas dari pihak sekolah mencakup membantu proses pembelajaran, mendukung peningkatan literasi siswa, membantu pengelolaan kelas, serta penggunaan media pembelajaran. Mahasiswa juga berperan sebagai mitra guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif dan interaktif.
Ilmi menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa asistensi mengajar membawa dampak positif bagi siswa. Ia dan tim menyesuaikan modul ajar guru pamong serta menerapkan metode pembelajaran interaktif seperti diskusi dan gamifikasi.
“Awalnya siswa menganggap pelajaran Bahasa Indonesia membosankan, tapi respon mereka berubah menjadi lebih positif dan antusias.” jelasnya.
*Reporter: Febrianingsih Alsa Putri







