PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (BEM FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Trisula FIS-H UNM menggelar kegiatan FIS-H Green Camp 2025 yang berlangsung pada 24–26 Oktober di Desa Laikang, Kabupaten Takalar.
Kegiatan ini mengusung semangat aksi peduli lingkungan dan mempererat hubungan antarlembaga kemahasiswaan di lingkungan FIS-H UNM. Beragam agenda dilaksanakan, di antaranya nonton bareng dan diskusi (DIKSI) tentang mangrove, aksi bersih pantai, serta penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Laikang.
Bangun Kepedulian Lingkungan Lewat Green Camp 2025
Ketua Panitia FIS-H Green Camp 2025, Elsa Angeline, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa internal FIS-H UNM, tetapi juga melibatkan berbagai pihak seperti Forum Mapala UNM, komunitas Mangrove Celebes selaku pemateri, serta masyarakat Desa Laikang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“FIS-H Green Camp ini bertujuan untuk aksi peduli lingkungan sekaligus mempererat hubungan bersama lembaga kemahasiswaan di FIS-H. Kami juga ingin memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian alam,” ujarnya, Senin (27/10).
Elsa mengungkapkan, Desa Laikang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena wilayah pesisirnya memiliki ekosistem mangrove yang perlu adanya rehabilitasi akibat abrasi dan degradasi lingkungan. Melalui penanaman mangrove, pihaknya berharap dapat membantu mencegah abrasi serta mendukung keberlanjutan ekosistem laut.
“Dengan menanam mangrove di sana, kita turut membantu mencegah abrasi, memperbaiki kualitas lingkungan pesisir. Selain itu, mendukung keberlanjutan ekosistem laut yang penting bagi kehidupan nelayan dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Elsa menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kegiatan seperti penanaman mangrove bukan hanya sebatas aksi simbolis, tapi juga membawa pesan kuat tentang tanggung jawab lingkungan. Mahasiswa jadi lebih peka terhadap isu-isu lingkungan dan belajar bahwa kerusakan alam itu nyata,” jelasnya.
Sebagai penutup, Elsa berharap kegiatan FIS-H Green Camp 2025 dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap alam di kalangan mahasiswa FIS-H.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi langkah awal membentuk karakter peduli lingkungan. Selain itu, memperkuat persaudaraan di ruang lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Semoga masyarakat dan mahasiswa makin peka terhadap dampak kerusakan lingkungan,” tutupnya. (*)
*Reporter: Nur Mardatillah







