Konektivitas Internet Buruk, Mahasiswi Jurusan Biologi Rela Naik Gunung Demi Berkuliah

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 15 Mei 2020 - 09:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Pandemi COVID-19 membuat gerak manusia lumpuh seketika. Tak terkecuali aktivitas di Universitas Negeri Makassar (UNM). Segala kegiatan mahasiswa dilakukan dari rumah masing-masing. Sistem pembelajaran daring pun terpaksa harus diterapkan.
, Jumat, (15/5).

Sistem ini mengharuskan mahasiswa memiliki konektivitas internet yang kuat, untuk mendukung proses perkuliahan. Namun, tidak semua mahasiswa mampu mendapat akses jaringan yang memadai. Masih adanya kesenjangan konektivitas antara perkotaan dan pedesaan membuat mahasiswa yang sudah terlanjur mudik di kampungnya mesti memutar otak.

Hastika yang tinggal di Pewisoa Jaya, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka misalnya, lambannya konektivitas internet di rumahnya terpaksa mengharuskan Ia untuk mencari lokasi dengan internet yang memadai. Tak tanggung-tanggung, Ia harus menempuh jarak 1 KM hanya demi untuk berkuliah.

“Iye, harus ke gunung kak untuk kuliah. Sekitar 17 menit dari rumah kak,” katanya saat diwawancarai via WhatsApp.

Bahkan tak jarang, Mahasiswi Jurusan Biologi ini harus rela kehujanan saat masih di gunung. Payung yang Ia sedari awal persiapkan untuk menemaninya saat melakukan perkuliahan tak cukup mampu melindungi semua tubuhnya dari tetesan air.

“Paling sering kehujanan, pernah juga ku kira rusak mi notebook ku kah sementara kuliah baru na tetesi hujan, tapi alhamdulilah tidak apa-apa ji,” tuturnya.

Baca Juga Berita :  SMAN 1 Kolaka Sabet Juara I LKTI pada Kompetisi Inovasi Pakar#3

Alih-alih menyalahkan keadaan, Hastika justru masih semangat dan tidak mengeluh. Alasannya, cuma satu, demi membahagiakan orang tua, Ia harus menjadi sarjana, “Harus semangat, demi sarjana hehehe,” jelasnya.

Proses perkuliahan cukup membuat pengeluarannya membengkak. Selain bensin, Ia harus rajin-rajin mengisi nomor teleponnya dengan kuota. Subsidi voucher kuota 50.000 dari kampus baru bisa ia nikmati hari ini. Namun sayangnya, konektivitas jaringan provider tersebut tak cukup bagus jika di rumahnya. Ia lagi-lagi harus kembali ke gunung untuk berkuliah, “Kalau Telkomsel di rumah ku tidak bagus, ke gunung pi,” katanya.(*)

*Reporter: Muh. Sauki Maulana

Berita Terkait

HMJ PGSD Soroti Program Makan Siang Gratis di Panggung Inaugurasi
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan FEB Raih Juara 1 Pada Ecofest 2026
Dekan FEB UNM Ungkap Data Pengangguran yang Didominasi Gen-Z
Aksara 2026 Suguhkan Delapan Pementasan, Mahasiswa JBSI Tampilkan Karya Terbaik
Profesi UNM Gelar Lomba Gratis agar Mahasiswa Tak Terhalang Biaya
Salah Satu Mahasiswi Statistika 24 Raih Beasiswa Bank Indonesia 2026
Tim UNM Raih Juara 1 Lomba Economic Debate Festival 2026
Mahasiswi Tata Boga Juara 1 Bento Cake Competition Konsep Disney
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 10:33 WITA

HMJ PGSD Soroti Program Makan Siang Gratis di Panggung Inaugurasi

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:03 WITA

Mahasiswa Ekonomi Pembangunan FEB Raih Juara 1 Pada Ecofest 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:07 WITA

Dekan FEB UNM Ungkap Data Pengangguran yang Didominasi Gen-Z

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:22 WITA

Aksara 2026 Suguhkan Delapan Pementasan, Mahasiswa JBSI Tampilkan Karya Terbaik

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:15 WITA

Profesi UNM Gelar Lomba Gratis agar Mahasiswa Tak Terhalang Biaya

Berita Terbaru

Potret Foto Bersama Setelah Inaugurasi, (Foto: Ist.)

Kilas Kampus

HMJ PGSD Soroti Program Makan Siang Gratis di Panggung Inaugurasi

Senin, 18 Mei 2026 - 10:33 WITA

Potret Akbar Juara 1 Lomba 3 Minutes Paper Presentation Ecofest 2026, (Foto: Ist.)

Kilas Kampus

Mahasiswa Ekonomi Pembangunan FEB Raih Juara 1 Pada Ecofest 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:03 WITA