PROFESI-UNM.COM — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Negeri Makassar (UNM) Pinisi Choir resmi menetapkan ketua umum baru. Penetapan terlaksana melalui forum tertinggi organisasi, yakni Musyawarah Besar (Mubes), Minggu, (8/3).
Muhammad Iqbal Al Husainy, terpilih sebagai Formatur Ketua Umum UKM PSM UNM Pinisi Choir periode 2025-2026. Perjalanannya di Phinisi Choir sejak semester dua, dengan berbagai peran mulai dari generasi muda hingga akhirnya dipercaya memimpin organisasi.
“Saya dan teman-teman menjadi generasi yang wajib melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan ini. Setelah berunding, kami sepakat dan saling mendukung untuk mengemban amanah menjadi pemimpin dan pengurus untuk periode kali ini,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai ketua terpilih, Iqbal mengungkapkan visi menjadikan Phinisi Choir sebagai rumah kreatif mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan bakatnya dalam berpaduan suara. Ia menargetkan penghimpunan anggota berpotensi, penyelenggaraan kegiatan terencana, hingga keikutsertaan dalam kompetisi nasional maupun internasional sebagai ajang evaluasi kualitas organisasi.
“Visi saya adalah menjadikan UKM PSM Phinisi Choir sebagai rumah kreatif untuk mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berpaduan suara yang unggul, berkualitas, dan bertanggung jawab dengan manajemen organisasi yang profesional,” Ungkapnya
Terkait perluasan eksistensi, Iqbal menyampaikan bahwa organisasinya memiliki komitmen dan semangat yang besar. Ia menyebut keikutsertaan Pinisi Choir dalam event Interkultur di Kobe, Jepang, pada Januari lalu sebagai salah satu capaian yang membanggakan. Ke depan, kedepannya akan mempertimbangkan keikutsertaan dalam ajang serupa dengan memperhatikan kondisi internal, khususnya kesiapan pembiayaan dan dukungan akomodasi dari pihak universitas.
Iqbal juga menegaskan bahwa keputusannya maju sebagai calon ketua umum bukan semata ambisi pribadi, melainkan bagian dari tanggung jawab regenerasi kepemimpinan yang harus terjaga keberlangsungannya. Di penghujung wawancara, ia menyampaikan bahwa tolok ukur keberhasilan kepemimpinannya terletak pada perkembangan kualitas anggota serta keberlanjutan organisasi secara jangka panjang.
“Saya menjadikan perkembangan kualitas anggota serta keberlanjutan organisasi sebagai tolok ukur keberhasilan saya menjadi pemimpin,” pungkasnya. (*)
*Reporter : Azizah Auliyah







